HOME » BERITA » ATPM BELUM SIAP PAKAI BBG?

ATPM Belum Siap Pakai BBG?


ATPM Belum Siap Pakai BBG?
Astra Daihatsu Motor (Foto: Nazar Ray)
Kamis, 12 Januari 2012 16:22

Otosia.com - Pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang memaksa pemilik kendaraan roda 4 beralih ke bahan bakar pertamax, atau melakukan konversi dari BBM ke bahan bakar gas (BBG) atau Liquefied Gas for Vehicle (LGV) belum sepenuhnya disikapi positif oleh kalangan ATPM mobil.

Kebijakan mengkonversi BBM ke gas dinilai terlalu tergesa-gesa tanpa persiapan yang matang, termasuk infrastruktur dan kelangkaan stasiun pengisian BBG. Ini merupakan salah satu kendala yang perlu dibenahi pemerintah.

"Kalau ini program pemerintah yang baik tentu kita dukung, tapi seperti apa dukungan kita, itu perlu persiapan karena produk kita sekarang ini belum disiapkan untuk memakai gas," kata

Sudirman MR, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di sela-sela diskusi 'Prospek Penjualan Mobil Nasional 2012' di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (12/1).

Menurut Sudirman, perlu proses untuk melakukan penyesuaian, termasuk melakukan pembicaraan dengan prinsipalnya di Jepang. Saat ini ADM tidak menyediakan alat converter kit khusus untuk mobil Daihatsu. Namun bila ada permintaan besar, tidak menutup kemungkinan Daihatsu akan menawarkan pelayanan pemasangan converter kit pada waktu pembelian.

"Kami (Daihatsu) tidak menyediakan converter kit, mungkin di luaran ada yang menjual, harganya kalau tidak salah sekitar Rp 14 - 15 juta. Daihatsu bisa saja memasangkan alatnya ke mobil konsumen, tapi kalau ada kerusakan alat, misalnya rusak atau meledak itu menjadi garansi atau tanggungan penjualnya, bukan Daihatsu," tandas Sudirman.

Sudirman berharap, rencana pemerintah untuk menyediakan alat pengalih BBM ke BBG memiliki kemampuan untuk dapat dipasang di semua merek kendaraan, termasuk Daihatsu. Meski direncanakan Pertamina akan memperbanyak stasiun pengisian BBG, Daihatsu masih menunggu langkah pemerintah selanjutnya, terutama menyangkut harga converter kit.

"Harga alat ini mahal, dan pemerintah tengah membahas persoalan ini. Jadi kami belum bisa melakukan apa-apa sebelum ada hasil yang jelas dari pemerintah," ungkap Sudirman.

LGV adalah bahan bakar berbentuk cair, dan mempunyai oktan yang cukup tinggi sekitar 98, dan harga jualnya pun cukup murah, yakni Rp 4.100 per liternya. Walau harga per liternya terjangkau, tapi harga alat pengalih BBM ke BBG yang dijual saat ini konon mencapai Rp 15 juta.

Ketika ditanya apakah penghapusan subsidi BBM mempengaruhi penjualan mobil nasional di 2012, Sudirman mengatakan tidak terlalu berdampak signifikan, artinya pasar mobil tetap akan tumbuh di tahun ini.

"Mungkin saya rasa tetap meningkat, tapi tidak banyak, sekitar naik 5 persen dari tahun lalu," tandas Sudirman.

Seperti tahun 2011 lalu, maka tahun ini diprediksi pasar tetap akan dikuasai jenis MPV dengan mengisi 50 persen total pasar kendaraan di tahun 2012.    (kpl/nzr/bun)









APA PENDAPAT ANDA ?
2013-12-13
detail