12 Mobil Irit BBM dan Ramah Lingkungan Tahun 2013
Concept Active Tourer, Mobil Hybrid Pertama BMW
Nissan GT-R, Tundukkan Bugatti Veyron!
7 Perubahan Pada New Chevy Captiva Facelift
Bajaj Pulsar 200NS Mulai Tebar Pesona!
Ferrari FF Resmi Bergabung di Armada Kepolisian Dubai!
New Yamaha Fino Injeksi Tunggu Tanggal Main
Lambo Aventador Istimewa, 'More Power & Aggressive'
Lebih jauh, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti disampaikan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, memberi 7 arahan dalam sidang kabinet agar pertumbuhan tetap bisa diraih tanpa kenaikan harga BBM.
Pertama, mendorong percepatan belanja sehingga dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Kedua, menjaga tingkat daya beli masyarakat dengan menjaga laju inflasi pada tingkat rendah. Ketiga, mengoptimalkan program perlindungan sosial melalui program-program seperti Jamkesmas dan Keluarga Harapan.
Keempat, kebijakan untuk mendorong investasi. Kelima, peningkatan daya saing, terutama dalam produk ekspor nonmigas, melalui diversifikasi pasar tujuan ekspor serta meningkatkan keberagaman dan kualitas produk.
Keenam, penguatan perdagangan dalam negeri untuk menjaga kestabilan harga. Ketujuh, mengontrol impor produk-produk yang berpotensi menurunkan daya saing produk-produk domestik.
Seperti diberitakan, APBN-P 2012 dirancang dengan asumsi kenaikan harga BBM sebanyak Rp 1.500. Namun karena dalam Pasal 7 ayat 6a terdapat syarat yang harus dipenuhi, maka pemerintah memikirkan cara untuk menjalankan APBN-P tanpa menaikkan harga BBM.
Pasal 7 ayat 6(a) sendiri dalam hal menyebutkan bahwa dalam hal harga rata-rata ICP dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen, pemerintah diberi kewenangan menyesuaikan harga BBM bersubsidi dengan kebijakan pendukungnya.
Namun Hatta mewanti-wanti media massa untuk tidak berspekulasi agar tidak menimbulkan inflasi. (kpl/why/bun)