HOME » BERITA » INDONESIA HARUS TINGKATKAN EKSPOR MOBIL MEWAH

Indonesia Harus Tingkatkan Ekspor Mobil Mewah


Indonesia Harus Tingkatkan Ekspor Mobil Mewah
Automotive Symposium (Foto: Nazar Ray)
Jum'at, 29 Juli 2011 17:35

Otosia.com - Pelaku industri otomotif diminta untuk terus meningkatkan pasar ekspor kendaraan dan memperluas jangkauan negara-negara yang menjadi tujuan mobil-mobil yang berasal dari pabrik-pabrik ATPM di Indonesia. Melihat pertumbuhan industri otomotif Tanah Air yang terbilang cepat, sudah saatnya Indonesia juga memfokuskan untuk lebih meningkatkan ekspor mobil-mobil kelas premium. Indonesia saat ini banyak mengekspor kendaraan-kendaraan MPV.

"Pasar mobil premium di Indonesia meningkat, dan sudah saatnya lah kita tingkatkan pasar ekspor mobil-mobil mewah. Apalagi Mercedes-Benz sudah ada pabriknya di sini, kata Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun, pada sambutan simposium otomotif yang digelar PT Mercedes Benz Indonesia (MBI) di IIMS, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/7).

Alex berharap jejak Mercedes-Benz untuk membangun pabriknya di Indonesia diikuti oleh pabrikan-pabrikan mobil mewah lainnya. Alex berharap Indonesia menjadi negara yang terdepan dalam pasar mobil kelas premium, tidak hanya dalam negeri, tapi juga ekspor. Apalagi pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan per kapita Indonesia naik, yang akan merangsang pertumbuhan penjualan mobil mewah di Indonesia.

Dari rencana pembangunan, proyeksi ekonomi Indonesia tumbuh 6,3 sampai 6,8 persen per tahun. Dan perekonomian Indonesia menurut Alex akan masuk dalam 14 besar dunia tahun 204 mendatang. Dengan adanya investasi dan pembangunan pabrik-pabrik baru mobil mewah, maka akan menggerakkan industri-industri komponen dalam negeri.

"Hal ini akan memancing vendor-vendor baru, dengan teknologi yang tinggi. Saya juga berharap ada peningkatan penggunaan komponen lokal pada mobil kelas premium, tukas Alex.

Sementara itu, Supriyanto, Dirjen Transportasi Darat, Kementerian Perhubungan RI, meminta industri otomotif Indonesia meningkatkan daya saing agar diterima pasar global. Adanya pabrik-pabrik baru, kata Supriyanto, selain menyerap tenaga kerja, juga menumbuhkembangkan industri komponen dalam negeri.

"Daya saing di tingkat regional saja dulu, baru ke tingkat global, tegas Supriyanto.

Menurut Supriyanto, saat ini industri otomotif khususnya roda 4 secara keseluruhan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 380 ribu orang, 11 ribu diantaranya terserap di industri sukucadang. Sementara ekspor mobil Indonesia dari tahun ke tahun juga meningkat, yang mendorong produsen otomotif menambah investasinya di Indonesia.

"Suzuki sudah berencana meningkatkan kapasitas produksi, Nissan saya dengan juga akan memperluas pabriknya. Dan ini sangat bagus bagi perkembangan otomotif kita, kata Supriyanto. (kpl/nzr/bun)









APA PENDAPAT ANDA ?
2013-12-13
detail