Pilih Ferrari Milik Dahlan Atau BMW X5 Rasyid?
Tucuxi Hancur, Dahlan Iskan Selamat Tanpa Airbag?
Kecelakaan Rasyid, Mengapa Penumpang Luxio Bisa Terlempar?
X5 vs Luxio, Bagaikan Tyson vs Pacquiao
Kecelakaan Dahlan Iskan, Tucuxi Minim Info Spesifikasi
Kecelakaan Dahlan Iskan, Kenapa Rem Bisa Blong?
Dahlan Iskan Kecelakaan, Mobil Hancur!
Benarkah Rasyid Sakit, Padahal BMW X5 Rusak Ringan?
Otosia.com - Momentum perjanjian perdagangan bebas ASEAN Australia - Selandia Baru (AANZ-FTA) akan dimanfaatkan Indonesia untuk memperluas penjualan produk otomotifnya. Australia menjadi pasar terpenting otomotif nasional di kawasan regional setelah ASEAN, mengingat besarnya permintaan otomotif di Negeri Kangguru tersebut.
Penetrasi ke pasar otomotif Australia itu, menyusul kesuksesan ekspor mobil Indonesia ke Venezuela, Meksiko, Mesir, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab.
Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi, mengatakan bahwa pasar otomotif Australia relatif besar atau sekitar satu juta unit per tahun. Dan produk yang mendominasi adalah merek Jepang, Korea Selatan dan Thailand.
"Indonesia ingin mengambil pasar di sana sekitar 5 persen dalam tempo lima tahun mendatang atau sekitar 10.000 unit per tahun. Sebelum masuk ke sana, kami sudah menjajaki pasar Australia sekitar tiga-empat tahun lalu dan prospeknya sangat menjanjikan," kata Budi di Jakarta, Rabu (12/9).
Budi melanjutkan, kendaraan jenis SUV (sport utility vehicle) sangat diminati di Australia maupun di Indonesia. Namun konsumen masing-masing negara memiliki selera yang berbeda, terutama soal kapasitas mesin.(kpl/bun)






