HOME » BERITA » INDONESIA LAHAN SUBUR INDUSTRI KOMPONEN OTOMOTIF

Indonesia Lahan Subur Industri Komponen Otomotif

Sabtu, 20 April 2013 20:15



Indonesia Lahan Subur Industri Komponen Otomotif
Ilustrasi Peningkatan Pasar (by: Nazar Ray)

Otosia.com - Pertumbuhan ekonomi dan belum tersedianya sarana transportasi massal yang memadai mendorong berkembangnya pasar otomotif di Tanah Air. Bahkan tahun ini diprediksi penjualan mobil nasional bisa menembus 1,2 juta unit jika suhu politik dan ekonomi terus stabil. Apalagi penjualan sepeda motor tahun 2013 diproyeksikan mencapai 7,2 juta unit.

Tingginya pertumbuhan otomotif Indonesia tak urung mengundang minat investor asing untuk membeli saham perusahaan otomotif. Tidak lepas juga bidang lain yang terkait dengan roda empat dan sepeda motor.

Pasar kendaraan yang menggiurkan di Indonesia saat ini memancing investasi di industri penyedia atau pemasok komponen baru. Menurut data Kantor Kementerian Perindustrian RI, jumlah investasi industri suku cadang asal Jepang ke Indonesia mengalami kenaikan. Di tahun ini akan ada sekitar 50 industri komponen baru di Indonesia.

Tahun lalu saja sejumlah produsen mobil asal Jepang turut menarik beberapa industri komponen asal negaranya untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Daihatsu dan Toyota adalah dua diantara merek Jepang yang menarik 35 Industri komponen. Sementara Nissan membawa 10 industri sejenis. Tahun ini diperkirakan ivestasi perusahaan komponen Jepang di Indonesia mencapai US $ 700 juta.

Industri Perakitan Otomotif

Menurut Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian RI, lokasi pabrik suku cadang asal Jepang bakal dibangun di kawasan industri Cikampek atau Cilegon. Perusahaan-perusahaan tersebut rencananya akan memproduksi moving parts, pengerjaan bodi kendaraan dan sebagainya. Setiap satu perusahaan siap memproduksi lebih dari satu komponen otomotif.

“Di luar negara Jepang, negara lain yang sudah melakukan investasi dalam industri komponen otomotif adalah Taiwan, Thailand, dan Malaysia,” papar Budi dalam sebuah kesempatan di Jakarta. Total investasi dari ketiga negara tersebut tahun 2012 lalu sebesar US$ 2,3 – 2,4 miliar dengan sekitar 200 industri suku cadang kendaraan.

Industri Perakitan Mobil

“Masuknya investasi di industri ini tentu akan menguntungkan kita karena bisa menyerap tenaga kerja dan dapat megurangi defisit impor dan memberi nilai tambah di dalam negeri,” tandas Budi.

Contohnya, keberhasilan Daihatsu mencapai 3 juta unit tidak terlepas dari peran serta supplier. Saat ini ADM bekerjasama dengan 165 perusahaan pemasok komponen lapis pertama (first tier) dan 850 pemasok komponen lapis kedua (second tier), dengan melibatkan sekitar 700 ribu tenaga kerja.

Artikel Terkait

Daihatsu Mobil Terlaris Kedua Nasional

Daihatsu Gran Max Indonesia di Jepang Pakai Nama Toyota

Daihatsu Berbagi Ilmu dan Mesin Untuk SMK

 (kpl/nzr/rd)








APA PENDAPAT ANDA ?

2014-10-16
detail