HOME » BERITA » JADWAL 'BERANTAKAN', KANG JEJE LANJUTKAN MISI RIDE FOR PEACE

Jadwal 'Berantakan', Kang Jeje Lanjutkan Misi Ride for Peace


Jadwal 'Berantakan', Kang Jeje Lanjutkan Misi Ride for Peace
Jeffrey Polnaja (Foto: Nazar Ray)
Jum'at, 08 Juni 2012 18:50

Otosia.com - Jeffrey Polnaja, biker penjelajah dunia asal Bandung, akan memulai perjalanan keliling dunia kedua pada tanggal 25 Juni 2012 dari Paris, Prancis. Jadwal tersebut meleset dari rencana semula. Mestinya, kata pria yang akrab disapa Kang Jeje ini, ia seharusnya sudah melakukan penjelajahan seorang diri dengan sepeda motor BMW R1150GS sejak bulan Mei lalu dari Belgia.

Namun karena motornya dicuri di Amsterdam, Belanda, pada tanggal 4 Mei lalu, penjelajahan misi Ride for Peace terpaksa terhenti sementara.

"Sudah saya katakan bahwa misi Ride for Peace tak akan berhenti. Tekad saya sudah bulat, walau kehilangan motor perjalanan Ride for Peace akan tetap berlanjut, seperti motto Wind Rider: The Road May End, But Not The Spirit of Brotherhood and Peace," kata Jeffrey.

Pengulangan perjalanan Jeffrey pada 25 Juni mendatang rencananya akan dilepas secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Prancis di Paris, Drs. Rezlan Ishar Jenie. Kepastian ini telah disampaikan koordinator Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Paris, Arifin Saiman. Sebelumnya, pada Sabtu (23/6), Jeffrey akan diterima presiden Komunitas Motor Perancis, Moto Clubs des Potes, yang diketuai M. Bruno Pasqualaggi.

Mengingat banyak dokumen perjalanan dan surat-surat sepeda motor yang perlu diperbarui, sejak 5 Juni kemarin Jeffrey pun telah berada di Jakarta usai melakukan penerbangan dari Belanda. Kepulangannya ke Jakarta bertujuan guna penandatanganan dokumen-dokumen perjalanan baru.

"Saya harus kembali ke Jakarta karena semua dokumen perjalanan keliling dunia yang saya butuhkan perlu diperbarui dan harus saya tandatangani sendiri. Karena jadwal perjalanan terganggu, maka banyak dokumen yang akan habis masa berlakunya," ungkap Jeffrey.

Jeffrey menambahkan, kepulangannya kembali ke Jakarta tidak membuat semangatnya harus mengendur. Jeffrey justru merasa bahwa itulah cara yang harus ditempuh seorang penjelajah dunia yang tak pernah mengenal kata mundur.

"Musibah ini justru membuktikan serta membuka mata dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang pantang menyerah, tidak berlama-lama tenggelam dalam musibah, langsung bangkit dan meneruskan penjelajahan," tandasnya. (kpl/nzr/bun)









APA PENDAPAT ANDA ?
2013-12-13
detail