Akhirnya MV Agusta Tampakkan Sportbike Terbarunya!
Kawasaki Aspalkan Z800 Jumat Besok?
Suzuki Siapkan Satria FU Injeksi, Tapi Bukan 150cc!
Ini Sosok Suzuki 'Thunder' 125 Berfairing?
14 Mobil Dengan Karakter Wajah Garang
Besok Lusa All-New Toyota Altis Diluncurkan!
Sportbike Suzuki 250cc Terungkap!
Terinspirasi R6, Yamaha Luncurkan Vega RR
Karakter Baru Autobot di Transformers 4 Diungkap!
Nissan Evalia Dianggap Kurang Aman Saat Kecelakaan
Satu yang menjadi soal adalah mobil tersebut jelas dimuati jumlah penumpang melebihi kapasitasnya. "Dimuati melebihi kapasitas, sampai 10 - 11 orang," ungkap Azzumari, Kepala Cabang AUTO2000 Bekasi Barat.
Toyota Avanza, termasuk juga Daihatsu Xenia, sendiri merupakan mini-MPV dengan kapasitas 7 orang, yaitu untuk dua orang di deret kursi depan, tiga di tengah, dan dua orang di belakang mengingat ruang kaki yang tidak begitu lapang.
Dalam perkembangannya, sejumlah pengguna menilai dua mobil ini cenderung berguncang-guncang, terutama dalam hal suspensi belakang. Lebih jauh banyak yang mengakali dengan pemasangan stabilizer, atau penggantian karet bushing, sebuah cincin pengikat di kaki belakang.
Alasan ketiadaan stabilizer di Avanza dan Xenia tersebut pun menjadi perhatian. Namun, Azzumari menganggap bahwa hal tu bukan masalah.
"Pemasangan stabilizer itu sebenarnya tidak perlu karena mobil itu (kursi deret belakang) bukan untuk dimuati banyak orang seperti itu (kasus Saipul Jamiell)," urainya mengiyakan alasan mengapa Toyota dan Daihatsu tidak menambahkan perangkat tersebut sebagai perangkat standar.
Seperti diberitakan, Saipul Jamiell dinilai melanggar Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas, dengan dianggap melakukan kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa. Saipul sendiri yang di saat kejadian berposisi sebagai pengendara mengaku keberatan dengan dakwaan tersebut karena ia sendiri adalah korban. (kpl/why/bun)