HOME » BERITA » MULAI AGUSTUS, MOBIL RAMAH LINGKUNGAN DAPAT INSENTIF

Mulai Agustus, Mobil Ramah Lingkungan Dapat Insentif

Sabtu, 23 Juli 2011 09:56



Mulai Agustus, Mobil Ramah Lingkungan Dapat Insentif
IIMS 2011

Otosia.com - Pemerintah berencana segera menerapkan insentif bagi produksi mobil terjangkau ramah lingkungan yang diproduksi di Tanah Air, seiring dengan meningkatnya tren mobil ramah lingkungan.

"Teknologi ramah lingkungan yang utamanya tidak menggunakan BBM (bahan bakar minyak) kami masukkan ke produk inovatif, bisa dapat 'tax allowance'," kata Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, pada pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011 di Jakarta International Expo (JIE) Kemayoran, Jumat.

Ia mengatakan, pemerintah menyadari bahwa inovasi teknologi di belahan dunia mana pun pasti akan melibatkan peran pemerintah. Biaya untuk melakukan riset mahal dan memakan waktu, karena itu peran pemerintah menjadi penting.

"Kita masuk dalam 'masterplan' (industri otomotif). Peran pemerintah di sini bisa dalam bentuk insentif-insentif yang memungkinkan pembangunan teknologi hijau ramah lingkungan tersebut," ujar Hatta.

Lebih lanjut, ia mengatakan insentif yang dimaksud bisa saja berupa 'tax allowance', fiskal insentif, atau 'tax holiday' yang memang memungkinkan jika seseorang melakukan riset dan pengembangan produk teknologi ramah lingkungan.

Menurut Hatta, ekonomi Indonesia bergerak dari 'driven economy' masuk ke 'efficient economy', dan berharap masuk 'inovatif economy'. "Kita bisa masuk inovatif economy 60 tahun lagi, tapi itu terlalu lama, kita tidak bisa tunggu itu maka harus dipercepat, kita bisa jika kita mau," tandas Hatta.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan International, Edy Putra Irawady mengatakan, guna mendukung produksi mobil terjangkau ramah lingkungan dengan mesin 1000cc atau 1200cc, maka fasilitas yang diminta saat itu terkait fiskal, mulai dari PPh (tax allowance), PPn, PPnBM, bea masuk yang dimintakan untuk komponen yang belum dibuat di dalam negeri.

"Yang lainnya ya seperti fasilitas kepabeanan, kemudahan kawasan kepabeanan, fasilitas investasi. Sekarang sudah ada tiga investor yang siap untuk produk terjangkau ini," ujar dia.

Namun terkait dengan 'tax holiday', menurut Edy, hal tersebut masih sebatas terminologi. "Itu parameternya masih banyak, jadi masih dibahas oleh Kementerian Keuangan dan BKPM. Teknisnya masih dibahas, tinggal koordinasi tingkat menteri," katanya.

Sementara itu, dewan penasihat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Bambang Trisulo mengatakan cara yang paling cepat menolong berkembangnya mobil terjangkau ramah lingkungan adalah dengan memberi insentif fiskal.

"Misalnya mobil hibrida dikurangi sekian persen dari pajak mobil normal. Jadi yang bisa diatur apa, kalau impor yang bisa diatur ya impor duty," lanjutnya.

Menurut dia, Indonesia harus dapat menurut Thailand dalam mengembangkan mobil ramah lingkungan. "Tidak usah banyak-banyak usahanya, tiru saja Thailand. Kita tidak perlu kalahkan Thailand, hanya cukup menyamainya," tegas Bambang. (antara/bun)








APA PENDAPAT ANDA ?

2014-11-23
detail