HOME » BERITA » ORANG TUA TURUT ANDIL TERHADAP KEMATIAN ANAK DI JALAN

Orang Tua Turut Andil Terhadap Kematian Anak di Jalan


Orang Tua Turut Andil Terhadap Kematian Anak di Jalan
Ilustrasi Pelanggaran anak SMP saat mengendarai motor (Kaskus)
Rabu, 24 Oktober 2012 11:30

Otosia.com - Orang tua secara langsung atau tidak, berperan langsung terhadap kecelakaan yang menimpa remaja. Banyak orang tua kini seolah membiarkan anaknya berkendara tanpa SIM dan mengijinkan naik motor atau mobil tanpa kemampuan yang cukup.

Hasilnya angka kecelakaan remaja setiap tahun meningkat. Berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesia tahun 2010 sedikitnya ada 16.119 kasus kecelakaan yang menimpa anak dari usia 16 tahun ke bawah. Setahun kemudian, jumlah tersebut naik sekitar 3.910 kasus menjadi 19.389 kasus.

"Sekarang banyak anak-anak SMP naik motor tanpa SIM. Ini bisa membahayakan, dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Jadi orang tua turut andil terhadap kecelakaan. Walaupun anak-anak jaman sekarang lebih canggih dan lebih terampil menggunakan kendaraan, tetap orang tua harus berperan dan mencegah," tegas Irjen Pudji Hartanto, Kakorlantas Polri di sela-sela jumpa pers ‘Konferensi Anak Indonesia 2012: Keselamatan di Jalan’ di Jakarta, Selasa (23/10).

Potensi kematian akibat kecelakaan lalu lintas meningkat tajam ketika anak mencapai usia mobilitas independen yaitu usia 15-29 tahun. Tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas menduduki peringkat kedua pada usia 5-14 tahun dan menduduki peringkat ketiga pada usia 30-44 tahun.

Menurut data Polri 2011, setiap jam di Indonesia orang yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 4 orang per jam. Dengan kata lain setiap tahun 31.185 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas atau setiap hari 86 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Sebagian besar masyarakat dan pemerintah tidak menyadari bahwa setiap tahun Indonesia mengalami invisible disaster atau akibat invisible disease bernama penyakit kecelakaan lalu lintas. Masyarakat dan pemerintah tidak menyadari dan tidak menganggap penting karena kejadian kecelakaan lalu lintas bersifat sporadis.

Padahal di dunia, kematian anak akibat kecelakaan lalu lintas menduduki peringkat pertama dibandingkan penyakit TBC, Malaria, dan HIV/AIDS. Jika dalam menghadapi penyakit TBC, setiap orang tua telah secara sadar memberikan vaksin Tuberculosis (TBC) untuk mencegah kematian anak akibat penyakit TBC.

Tetapi sayangnya, terhadap penyakit yang bernama kecelakaan lalu lintas, kesadaran pencegahan atau imunisasi tidak dilakukan orang tua terhadap anak-anaknya. Padahal pencegahan untuk menghindarkan anak-anak dari kematian akibat kecelakaan lalu lintas itu sangat penting.

"Dengan konferensi ini kita berharap selain mendidik anak tentang disiplin berlalu lintas sejak dini juga menggugah kesadaran para orang tua. Apabila nanti ibu atau bapaknya melanggar lalu lintas, nanti anaknya yang sudah mengerti akan menegur orang tuanya," tandas Hartanto.(kpl/nzr/vin)









APA PENDAPAT ANDA ?
2013-12-13
detail