HOME » BERITA » PENJUALAN MOBIL TOYOTA DIPREDIKSI PULIH JUNI 2011

Penjualan Mobil Toyota Diprediksi Pulih Juni 2011


Penjualan Mobil Toyota Diprediksi Pulih Juni 2011
Toyota
Kamis, 09 Juni 2011 05:05

Otosia.com - PT Toyota Astra Motor memperkirakan penjualan mobil mulai berangsur pulih pada bulan Juni 2011. Dan angka penjualan Mei menjadi yang terendah pada tahun ini, mengingat pada pertengahan bulan ini produksi mulai pulih pasca-gempa dan tsunami di Jepang yang mengganggu pasokan suku cadang kendaraan bermotor.

"Kami perkirakan penjualan mobil bulan Mei merupakan angka terendah sepanjang tahun ini, karena pada Juni penjualan akan naik kembali, meskipun belum pulih seperti Maret," kata Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto, di Jakarta, Rabu (8/6).

Ia menjelaskan penjualan TAM pada Mei secara retail (sampai ke konsumen) hanya mencapai 20.592 unit, paling rendah dalam lima bulan terakhir. Pada Maret penjualan mobil Toyota mencapai angka tertinggi sebesar 32.979 unit, dan pada April turun menjadi 21.747 unit.

Angka penjualan mobil Toyota pada April jauh lebih rendah dibandingkan Januari-Pebruari yang masing-masing mencapai 26.355 unit dan 25.550 unit. Biasanya penjualan pada Januari-Pebruari lebih rendah dibandingkan April dan Mei. Namun akibat gempa dan tsunami di Jepang pada 11 Maret 2011, Toyota mengerem produksi dan penjualan.

Akibat gempa dan tsunami, sejumlah pabrik komponen mobil di Jepang sempat berhenti produksi. Pasokan suku cadang penting seperti electronic circuit unit (ECU) mobil Toyota yang berasal dari Renesas terganggu, sehingga Toyota melakukan mengurangi produksinya di seluruh dunia. Namun pada Mei lalu, Presdir Toyota Motor Corp (TMC) Akio Toyoda telah mengumumkan bahwa produksi kembali pulih secara bertahap pada pertengahan Juni ini.

Oleh karena itu, pada Juni pihak TAM optimis angka penjualan akan naik dibandingkan Mei. "Kami perkirakan penjualan pada bulan ini mencapai sekitar 25 ribu-an unit. Lebih rendah dari (penjualan) Maret, tapi lebih tinggi dari April," ujar Joko.

Ia mengatakan penjualan pada Juni belum bisa kembali pulih seperti Maret, meskipun permintaan mobil masih sangat besar. Hal itu, kata dia, terkait pasokan suku cadang yang baru akan pulih pada akhir Juni. Bahkan, lanjut dia, kendaraan yang diimpor secara utuh seperti sedan, pasokannya baru pulih pada Juli.

"Stok masih ada, tapi semakin sedikit, hanya sekitar 0,1 atau tiga hari saja," kata Joko. Namun, lanjut dia, penjualan mobil impor hanya memberi kontribusi sekitar 10% dari penjualan TAM di Indonesia. Sebagian besar, lanjut dia, penjualan TAM dikontribusi dari mobil-mobil yang diproduksi di Indonesia, seperti Avanza, Innova, dan Rush.

Selama Januari-Mei, rata-rata penjualan Avanza menembus angka di atas 12 ribu unit per bulan, dengan penjualan tertinggi pada April sebesar 17.734 unit dan terendah pada April sebesar 11.190 unit. Total penjualan Avanza mencapai 70.004 pada lima bulan pertama 2011 dengan kontribusi penjualan sebesar 55% dari total penjualan TAM sebesar 127.265 unit.

Sedangkan Innova, penjualannya mencapai 20.538 unit pada Januari-Mei, dengan rata-rata penjualan sebesar sekitar 4.100-an unit per bulan. Innova memberi kontribusi sekitar 16,1%. Sementara Rush yang merupakan SUV hasil kolaborasi dengan Daihatsu, membukukan penjualan sebesar 8.674 unit atau 1.700-an unit per bulan, dengan kontribusi penjualan sekitar tujuh persen.

Joko memperkirakan pasar mobil di Indonesia secara keseluruhan pun akan berangsur pulih pada Juni. Ia memperkirakan secara nasional penjualan pada Mei, yang belum selesai perhitungannya oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mencapai 59 ribu sampai 60 ribu unit untuk wholesales atau penjualan sampai tingkat dealer dan retail sebesar 58 ribu unit. Dengan demikian pangsa pasar Toyota diperkirakan mencapai sekitar 35% pada Mei 2011. (antara/bun)









APA PENDAPAT ANDA ?
2013-12-13
detail