HOME » BERITA » PERJALANAN BERLIBUR BIKIN STRESS KETIMBANG MELAHIRKAN?

Perjalanan Berlibur Bikin Stress Ketimbang Melahirkan?


Perjalanan Berlibur Bikin Stress Ketimbang Melahirkan?
Ilustrasi (Foto: Whatcar)
Selasa, 16 Agustus 2011 16:45

Otosia.com - Berlibur bersama keluarga dengan mengendarai kendaraan pastinya memunculkan perasaan senang. Bagaimana jika perjalanan berlibur itu malah sebaliknya, menimbulkan rasa stress? Berdasarkan laporan yang dimuat di situs whatcar.com, mengemudi saat berlibur justru membuat stress pengendara, lebih buruk daripada menikah, tersesat, melahirkan, bahkan mogok.

Meskipun berlibur merupakan salah satu jalan melepas penat dari rutinitas keseharian kerja, menurut hasil survei lembaga Continental Tyres bukanlah satu-satunya jalan keluar yang menyenangkan.

Lembaga tersebut melakukan survei terhadap 2.000 responden, dan menanyakan apa yang membuat mereka tidak nyaman atau ‘gerah’, sebanyak 51% responden menjawab ketika berlibur rata-rata mereka mengalami pertengkaran tiga kali dengan penumpang atau anggota keluarga di dalam mobil selama perjalanan.

Survei ini mengungkapkan bahwa dibutuhkan rata-rata dua hari dan enam jam bagi penikmat liburan untuk bersantai setelah mereka sudah mencapai tujuan mereka, dan 15% mengatakan mereka lebih tegang setelah liburan daripada sebelum mereka pergi.

Penyebab utama dari alasan yang dikemukakan adalah perselisihan arah tujuan perjalanan dan tersesat di jalan asing. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 18% dari bencana liburan adalah terlibat masalah dengan mobil yang dikendarai.

Tim Bailey, seorang juru bicara dari Continental Tyres mengatakan, perencanaan berlibur yang matang akan mengurangi tingkat perasaan stress selama perjalanan. "Ketika harapan-harapan yang dibutuhkan tidak diantisipasi, maka tingkat stress meningkat," kata Bailey.

"Yang benar-benar menciptakan ketegangan adalah ketika sesuatu terjadi di luar perencanaan. Dengan perencanaan yang baik, hal itu bisa dihindari. Persiapan yang baik, membuat perjalanan menjadi lancar," tambah Bailey.

Lembaga tersebut mencatat daftar 10 peringkat teratas penyebab stress :

1. Pindah rumah2. Wawancara kerja3. Menerjang/menabrak mobil4. Masalah pada saat liburan, seperti tersesat, mengemudi di daerah asing5. Membayar kartu kredit6. Dompet dicuri7. Dalam kondisi terpuruk8. Hari pernikahan9. Hari pertama masuk kerja di tempat baru10. Melahirkan  (kpl/nzr/bun)









APA PENDAPAT ANDA ?
2013-12-13
detail