HOME » BERITA » PRESIDEN SIAP KUCURKAN RP 100 MILIAR UNTUK MOBIL LISTRIK

Presiden Siap Kucurkan Rp 100 Miliar untuk Mobil Listrik

Selasa, 26 Juni 2012 23:35



Presiden Siap Kucurkan Rp 100 Miliar untuk Mobil Listrik
Ilustrasi Hevina, mikrobus listrik produksi LIPI (Foto: Istimewa)

Otosia.com - Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia Gusti Muhammad Hatta, dalam jumpa pers dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Jakarta, Selasa , menegaskan bahwa Pemerintah serius mewujudkan mobil berbasis listrik di Indonesia. Bahkan, Presiden siap mengucurkan dana senilai Rp. 100 miliar kepada lima universitas untuk penelitian mobil listrik.

Pemerintah juga terus mengkaji kebijakan dan regulasi agar mobil listrik bisa berlaku di Indonesia, termasuk pembangunan infrastruktur, pengurangan pajak, sehingga harga mobil listrik semakin murah. Regulasi mobil ramah lingkungan sangat diperlukan para produsen otomotif untuk meluncurkan produk-produk mobil 'hijau'-nya.

Mobil listrik adalah solusi jitu pemerintah untuk beralih dari bahan bakar bensin demi menghemat dana APBN yang selama ini dialokasikan untuk subsidi BBM. Mobil listrik juga tidak mengeluarkan polusi sehingga lebih ramah lingkungan. "Dulu pemerintah fokus konvergensi BBM ke BBG. Saat ini pemerintah juga fokus mendorong mobil listrik karena sumber listrik bisa dari mana saja," kata Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini R.S., di Gedung BPPT, Selasa .

Sebelumnya dikabarkan bahwa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia telah memperkenalkan mikrobus nasional bertenaga energi listrik, dan telah melakoni uji coba yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi , Selasa siang. Mobil ramah lingkungan hasil rekayasa Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI tersebut diberi nama Hevina , yang mampu membawa 15 orang penumpang.

Bus ini berkecepatan maksimal 100 km per jam dengan sekali pengisian baterai, 500 ampere, sedangkan baterai yang digunakan adalah lithium yang mampu menurunkan biaya operasional lebih dari 50 persen dan menurunkan biaya perawatan hingga 70 persen.(kpl/bun)








APA PENDAPAT ANDA ?

2014-11-24
detail