HOME » BERITA » SBY PASTIKAN 4 KEBIJAKAN BBM

SBY Pastikan 4 Kebijakan BBM

Rabu, 30 Mei 2012 14:33



SBY Pastikan 4 Kebijakan BBM
lustrasi (Foto: Nazar Ray)

Otosia.com - Setelah tertunda satu hari, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menyampaikan pidato terkait penghematan energi, termasuk kebijakan mengenai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan dengan nama gerakan nasional penghematan energi serta peningkatan pendapatan negara dan optimasi anggaran itu disampaikan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/5).

Terdapat lima kebijakan yang diumumkan dan selanjutnya akan akan dilakukan oleh pemerintah. Empat di antaranya mengenai penggunaan BBM dan bahan bakar gas kendaraan bermotor, seperti sebelumnya telah disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kebijakan pertama, pengendalian sistem distribusi di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pengendalian ini dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Setiap kendaraan akan didata secara elektronik, baik data kepemilikan maupun data fisik kendaraan tersebut. Secara teknis, setiap kendaraan tersebut mengisi BBM, jumlah BBM subsidi yang dibeli akan tercatat secara otomatis dan menunjukkan informasi jumlah pembelian setiap harinya.

"Langkah ini untuk menjamin bahwa konsumsi BBM khususnya yang bersubsidi dapat dikendalikan secara transparan dan akuntabel, dan penggunaannya pun tepat sasaran," kata Presiden.

Kedua, pelarangan penggunaan BBM bersubsidi bagi kendaraan pemerintah. Langkah ini dilakukan dengan memberikan stiker khusus untuk kendaraan yang dilarang menggunakan BBM bersubsidi tersebut. Peraturan ini berlaku bagi kendaraan pemerintah pusat dan daerah, BUMN dan BUMD.

Ketiga, pelarangan konsumsi BBM bersubsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan. Pelarangan ini juga dilakukan dengan sistem stiker. Sesuai dengan pengumuman sebelumnya, pengawasan oleh Satgas BBM dan BPH Migas.

"Harus pula dilakukan kontrol yang ketat di daerah, utamanya di areal usaha perkebunan dan pertambangan, serta Industri, atas pelaksanaan ketentuan ini. Pertamina akan menambah SPBU BBM non-subsidi sesuai kebutuhan di lokasi-lokasi tersebut," kata Presiden.

Keempat, konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG). Menurut Presiden, hal ini harus menjadi program utama nasional, yang diikuti oleh pembangunan stasiun pengisian BBG (SPBG) sebanyak 33 unit, sekaligus perbaikan terhadap 8 SPBG yang sudah ada.

"Pemerintah akan membagikan 15.000 converter kit, atau alat konversi penggunaan BBM menjadi BBG bagi angkutan umum secara bertahap, dan terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang," kata Presiden. (kpl/why/bun)








APA PENDAPAT ANDA ?

2014-11-24
detail