HOME » BERITA » SUPERCAR DI INDONESIA SERASA TAK PUNYA GIGI

Supercar di Indonesia Serasa Tak Punya Gigi


Supercar di Indonesia Serasa Tak Punya Gigi
Lamborghini Murcielago SV
Jum'at, 29 Juni 2012 09:45

Otosia.com - Beberapa jenis supercar di Indonesia memang sudah banyak diluncurkan dan malah juga banyak komunitas yang terbentuk. Walau mengingat kendaraan jenis supercar sendiri di Indonesia dibanderol dengan harga yang bisa 2-3 kali lipat dari harga normal di negara asalnya.

Sebuah supercar selalu identik dengan tenaga besar dengan mesin berkapasitas besar pula. Kemudian selain itu kendaraan jenis ini juga dikenal dengan dimensi tingginya yang lebih pendek dibanding mobil sekelas sedan alias lebih ceper.

Kalau kita melihat kenyataan yang ada di Indonesia dari aspek pertama yaitu segi kualitas jalan bahkan di berbagai kota besar masih sering dijumpai jalan yang berlubang atau bekas tambalan yang tidak rata dengan jalan sehingga membuat jalan terlihat benjol.

Dengan kontur jalan yang seperti ini sering tidak bisa membuat nyaman dalam berkendara. Nah, bagaimana jadinya dengan supercar yang berkeliaran di Indonesia ini saat menghadapi kualitas jalan yang kurang bagus ini.

Aspek kedua adalah perihal tingkat kemacetan yang tampaknya semakin hari semakin padat merayap, bahkan di perkotaan kecil sekarang kemacetan sudah tidak bisa dihindarkan. Dan dari berdasarkan survei yang otosia lakukan perihal kecepatan rata-rata yang ditempuh orang dalam kota didapatkan paling banyak sekitar 75% memilih angka 35-45km/h.

Walau ada beberapa yang yang memilih kecepatan rata-rata dalam kota bisa mencapai di atas 65km/h, namun itupun hanya sekitar 2% saja. Dan hal ini semakin membuktikan jumlah kendaraan di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya.

Maka dari itu, pemilik supercar di Indonesia ini bisa jadi hanya menggunakan kendaraan ini sebatas gaya hidup saja dan tidak bisa merasakan sensasi tenaga besar sebenarnya yang dihasilkan di dalam kota, kecuali mereka menjajal kemampuan mobil mereka di lintasan balam Sentul.

Dengan kata lain sebuah supercar di Indonesia ini seperti tak punya gigi saat di dalam kota, mengingat sebuah supercar dalam penggunaan gigi pertama saja sanggup melesat hingga 80-100 km/h.

Bahkan sebagai salah satu contoh kejadian nyata di negara asal supercar Lamborghini, yaitu di Italia, saat pabrikan pertama kali melahirkan generasi terbatas Lamborghini Murcielago SV dan menjajal di kemudikan di jalan raya, sang test driver terpaksa dihentikan polisi lalu lintas alias ditilang karena melaju dengan melebihi batas kecepatan.

Walau dengan alasan melakukan test drive produk baru, tetap saja peraturan tidak bisa dilanggar bukan. Maka di dalam benak kita akan bertanya, untuk apa sebuah pabrik mobil menciptakan kendaraan bertenaga besar namun tidak bisa merasakan tenaga besarnya dalam keseharian? (kpl/vin)









APA PENDAPAT ANDA ?
2013-12-13
detail