Pilih Ferrari Milik Dahlan Atau BMW X5 Rasyid?
Tucuxi Hancur, Dahlan Iskan Selamat Tanpa Airbag?
Kecelakaan Rasyid, Mengapa Penumpang Luxio Bisa Terlempar?
X5 vs Luxio, Bagaikan Tyson vs Pacquiao
Kecelakaan Dahlan Iskan, Tucuxi Minim Info Spesifikasi
Kecelakaan Dahlan Iskan, Kenapa Rem Bisa Blong?
Dahlan Iskan Kecelakaan, Mobil Hancur!
Benarkah Rasyid Sakit, Padahal BMW X5 Rusak Ringan?
Otosia.com - Kenaikan uang muka (down payment/DP) untuk kredit sepeda motor, berpengaruh signifikan terhadap penjualan. Salah satunya adalah Yamaha Indonesia, yang dikabarkan terpaksa menghentikan sementara dua model andalannya, yakni Fino dan Xeon.
Mengacu data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Yamaha sudah menghentikan produksi Fino selama tiga bulan, sejak Juni - Agustus 2012. Untuk Xeon, produksnya dihentikan sementara pada Juni dan Agustus, dan selama Juli cuma diproduksi 100 unit.
Sutarya, Direktur Pemasaran PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menjelaskan bahwa Fino akan terus diproduksi, karena masih dicari konsumen. Pemberhentian produksi untuk sementara dikarenakan Yamaha harus menghitung kembali target produksi yang sudah ditentukan di awal tahun, salah satunya akibat aturan uang muka.
"Beberapa model kita salah prediksi, ada yang kurang barang, ada yang lebih. Produksi jalan terus, hanya kadang-kadang perlu menormalkan stok," beber Sutarya.
Langkah di atas diambil supaya jumlah stok tetap terjaga, sehingga tak mengorbankan bisnis yang terjadi di dealer. Pasalnya, jika tetap bersikukuh mempertahankan jumlah produksi dan distribusi, sementara permintaan sedikit, maka akan memicu aksi diskon besar-besaran.
"Produksi tetap dilakukan, bulan ini Xeon sudah mulai produksi lagi. Buat Fino menyusul segera," tandas Sutarya.
Dampak dari kenaikan DP, Yamaha harus mengalami penurunan signifikan tahun ini. Pangsa pasarnya tergerus cukup dalam, hingga tinggal 34,39 persen dibandingkan delapan bulan pertama tahun lalu, yang mencapai 41,02 persen. Dari jumlah volume, total penjualan tercatat 2,25 juta unit, turun 27,5 persen menjadi 1,63 juta unit saja.(kpl/bun)






