HOME » BERITA » UJI KENDARAAN BERMOTOR TAK VALID, DISHUB BISA DIGUGAT

Uji Kendaraan Bermotor Tak Valid, Dishub Bisa Digugat

Kamis, 19 Juli 2012 17:05



Uji Kendaraan Bermotor Tak Valid, Dishub Bisa Digugat
Ilustrasi sepeda motor

Otosia.com - Pelaksanaan uji berkala dengan uji petik terhadap kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, sedang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat. Kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan dipastikan telah memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, serta tidak mencemari lingkungan.

Dalam penjelasan arahan terkait hal ini, Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, bahkan menyebut bahwa kecelakaan akibat motor rusak yang dicap laik pakai, memungkinkan pengguna melakukan gugatan. 

"Pengujian itu bukan hanya soal kewenangan atau stempel. Di situ ada aspek teknis. Dalam UU 22 Tahun 2009 ada yang disebut tanggung gugat. Kalau kendaraan itu sudah lolos dari pengujian terus kemudian terjadi kecelakaan dan hasil penyelidikan membuktikan bahwa kendaraan itu diloloskan oleh pengujian dalam kondisi tidak laik, itu bisa digugat," ungkapnya.

 

Dalam sosialisasi PP No 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, ia memaparkan bahwa pemerintah pusat akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan uji berkala dengan uji petik terhadap hasil pengujian berkala. Sebagai informasi, terdapat 556 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

 

PP No 55 Tahun 2012 itu sendiri mencakup uji berkala oleh ATPM dan unit pelaksana pengujian swasta, pengategorian jenis kendaraan bermotor dalam pengujian berkala, uji sampel dalam uji tipe, akreditasi bengkel umum untuk uji berkala, tanda lulus uji berkala berupa kartu uji dan tanda uji (stiker), dan sanksi administratif.

 

Dalam pelaksanaannya kelak, pemerintah melibatkan banyak pemangku kepentingan dan kewenangan, baik instansi pemerintah pusat maupun instansi pemerintah daerah serta swasta.
 (kpl/why/bun)








APA PENDAPAT ANDA ?

2014-11-23
detail