Pilih Ferrari Milik Dahlan Atau BMW X5 Rasyid?
Tucuxi Hancur, Dahlan Iskan Selamat Tanpa Airbag?
Kecelakaan Rasyid, Mengapa Penumpang Luxio Bisa Terlempar?
X5 vs Luxio, Bagaikan Tyson vs Pacquiao
Kecelakaan Dahlan Iskan, Tucuxi Minim Info Spesifikasi
Kecelakaan Dahlan Iskan, Kenapa Rem Bisa Blong?
Dahlan Iskan Kecelakaan, Mobil Hancur!
Benarkah Rasyid Sakit, Padahal BMW X5 Rusak Ringan?
Otosia.com - Uli Herdinansyah, MC dan pembawa acara di Trans TV ini suatu kali berceloteh tentang sepeda motor. Bukan sekadar motor pada umumnya, melainkan Piaggio roda tiga MP3 yang bulan lalu diluncurkan oleh Piaggio Indonesia.
Baginya, Piaggio sudah gila karena membuat motor dengan dua roda di depan. Tetapi pada akhirnya membuatnya larut dan lupa mengembalikan ketika dia mendapat kesempatan mencoba test drive dari seorang teman.
"Saya pikir, ini Piaggio sudah gila atau apa karena rodanya dua di depan, satu di belakang. Lalu saya ke bengkel teman saya di Rawamangun, test drive ceritanya. Lama saya bawa, sampai membuat teman saya khawatir. Karena enak, nyaman sekali dikendarainya. Sampai enggak mau pulang-pulang," ungkap pria kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, 36 tahun lalu.
Pemandu acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV, dan acara Friends di ANTV ini ternyata suka dengan ukuran si roda tiga tersebut. Baginya, semua terasa pas. "MP3 ini gede, tapi enggak gede banget. Saya itu enggak suka motor yang terlalu kecil karena saya enggak kecil," lanjutnya.
Ia juga melihat ada keistimewaan tersendiri bagi pemakai motor ini. "Yang saya suka kalau pergi misalnya ke cafe atau ke mana gitu ya biasanya boleh parkir di tempat mobil. Jadi biasanya orang valet itu ngasih saya parkir di situ."
Pria lajang ini juga beberapa kali berada di panggung teater, salah satunya 'Jakarta Love Riot'. Dia mengaku punya pertimbangan soal aksi kanan-kiri dan pembonceng. Maksudnya, ia heran bagaimana sebuah Piaggio mengamit teknologi orang bermain ski sehingga roda depannya mirip dengan olah raga salju tersebut.
"Teman saya yang diboncengin itu juga senang karena bagian seat belakangnya ini lebih tinggi, agak naik jadi mereka enggak lihat helm. Kayak naik ski, miring ke kiri, miring ke kanan itu karena memang teknologinya seperti itu. Tadinya saya pikir susah manuver (karena susunan bannya aneh) , ternyata enggak. Terus kalau di lampu merah itu bisa di-lock dan kaki kita enggak perlu turun," tutupnya.(kpl/why/vin)






