HOME » BERITA » VESPA JADI 'CORAT-CORET' SENIMAN DI BAZAAR ART JAKARTA

Vespa Jadi 'Corat-coret' Seniman di Bazaar Art Jakarta

Sabtu, 28 Juli 2012 08:30



Vespa Jadi 'Corat-coret' Seniman di Bazaar Art Jakarta
Vespa ikut hadir di Bazaar Art Jakarta (Nazar Ray)

Otosia.com - Skuter yang melegenda, Vespa, ambil bagian dalam pameran seni rupa terbesar di Indonesia 'Bazaar Art Jakarta 2012'. Kehadiran kreativitas industri otomotif Italia yang tak lekang oleh waktu ini menjadi sebuah kesempatan dan pengalaman unik, penuh gaya dan keindahan.

"Vespa dan seni adalah dua hal yang tak terpisahkan sejak Vespa diciptakan. Kami bangga Vespa dapat berpartisipasi dalam Bazaar Art Jakarta 2012 yang telah terbukti menjadi sebuah pameran seni rupa luar biasa di negeri ini," ujar Sergio Mosca, Managing Director PT Piaggio Indonesia

Selama pameran Bazaar Art Jakarta 26-29 Juli 2012, Vespa akan menghadirkan dua Vespa LX 125 dan tiga aksesori Vespa (top box) yang telah diubah menjadi sebuah karya seni oleh lima seniman Indonesia.

Dengan judul 'Splatter', Darbotz menciptakan desain Vespa LX 125 yang terinspirasi dari lalu lintas Jakarta yang penuh dengan sepeda motor dan mobil beserta debu dan kotorannya. Namun dari sudut pandangnya, debu dan kotoran tersebut dapat menjadi sesuatu yang sangat bernilai estetis.

Melalui judul 'After Wage and Bayang', Uji Handoko melihat Vespa LX 125 sebagai sebuah perwakilan identitas dan pencapaian penggunanya melalui nilai wibawa dari Vespa

Sementara Arkiv Vilmansa dengan karya 'Gradient Possessed' mengaplikasikan eksplorasi signifikan yang mudah terlihat pada aksesori Vespa dengan konsep gradien warna.

Setiap pergantian warna masih dalam corak yang sama, yang diibaratkan Arkiv sebagai harapannya untuk memeriksa dan menggali kompleksitas emosional personal yang mewakili penggunanya.

Seniman lainnya, Budi Nugroho dengan judul 'Daily Ride', menggunakan model sayap Superman di dalam aksesori Vespa untuk mewakili konsep desainnya yaitu ‘ketika Superman membuat kesalahan’.

Reza Asung melaui karya 'Nor Bristle Fur White Coat', sebenarnya tidak pernah mengaplikasikan filosofi atau metafora tertentu dalam karyanya. Dengan karakter kuat yang sudah terlihat pada aksesori Vespa, Reza mengaplikasikan teknik kolase untuk memperkuat nilai fungsionalnya.

Kedua Vespa LX 125 dan ketiga aksesori Vespa yang didesain oleh para seniman tersebut akan dihadirkan pada malam Art Vespa Charity Auction 28 Juli 2012. Dana dari hasil pelelangan akan didonasikan kepada Yayasan Seni Rupa Indonesia.(kpl/nzr/vin)








APA PENDAPAT ANDA ?

2014-11-23
detail