HOME » OTOSELEB » 'KUCING-KUCINGAN' ALA SASHA LAUDER DAN ADAPTASINYA YANG SERBA SUPER

'Kucing-kucingan' ala Sasha Lauder dan Adaptasinya yang Serba Super


'Kucing-kucingan' ala Sasha Lauder dan Adaptasinya yang Serba Super
Sasha Lauder (Foto: Nazar Ray)
Jum'at, 25 Mei 2012 19:25

Otosia.com - Sasha Lauder sigap memegang mikrofon, mengarahkan acara peluncuran Honda yang bergulir dari menit ke menit hingga akhirnya rampung seutuhnya. Penggawa seremoni keturunan Skotlandia ini pun turun dan ramah menemui Otosia.com yang terpikat dengan penampilannya yang seksi. Bukan cuma soal fisik, Sasha sendiri memang cermat, dan smart kalau bicara soal mobil.

"Living in a city with very high mobility seperti Jakarta, kendaraan itu hukumnya wajib. Baik milik pribadi maupun umum. Alat yang membantu kita mencapai tujuan, baik karir, sosial, self-leisure. Basically, tanpa kendaraan, kita ini sebagai manusia hampir tidak mungkin untuk functioning dengan baik dalam society," akunya.

Gadis Virgo kelahiran 1988 ini pun mengaku kerap menelan 'obat sabar' dalam menyusuri kota besar Jakarta. Gegabah dan emosional bukan lagi pilihannya belakangan ini.

"Sampai saat ini mungkin saya masih beruntung belum terkena musibah, kalau dengar berita pengemudi wanita yang dikerjain di jalan, ngeri jadinya (gara-gara sering emosi). Sekarang berusaha untuk lebih sabar dan mengalah. Toh, marah-marah di jalan juga tetep aja jalanan macet, tetep aja angkot/bus ngetem sembarangan, tetep aja motor nyalip. Nothing you can do. Hahaha. That is why, pilih mobil yang nyaman, supaya bisa mengurangi kadar kemarahan di jalan," ucapnya coba memberi solusi yang realistis.

All New Honda Jazz tipe RS A/T pun jadi pilihan. Bintang iklan Clean & Clear dan Mizone ini mengaku terpikat dengan brand-nya secara keseluruhan.

"Havenít changed since. I've been working together for Honda events untuk kurang lebih 6 tahun, dan rasanya sudah ada sebuah keterikatan dengan brand secara pribadi. Desain honda menurut saya lebih classy dibanding model serupa di pasaran. Bensin irit. Kabin nyaman dan luas. Servis mudah. Apalagi sejak keluar warna brilliant pearl white waktu itu, cantik sekali. Langsung naksir," celotehnya.

Kambing juga menjadi sesuatu yang menarik baginya, bukan sebagai peliharaan, melainkan, terutama, jika diselimuti rempah-rempah untuk memuaskan hasratnya sebagai food adventurer.

Lain kambing, lain pula kucing. Soal kucing, lebih tepatnya kucing-kucingan. Dara yang sepintas mirip Donna Agnesia ini terpaksa menerapkannya ketika masih SD lantaran nekat menyetir di masa-masa awalnya belajar duduk sendiri di belakang kemudi.

"Dulu setiap pulang ballet, saya paksa supir saya duduk di kursi penumpang, saya yang nyetir. Dulu mobil gak ada power steering, alias steering pake power. Setirnya berat banget! Apalagi dulu mobilnya (Daihatsu) Espass, gede dan panjang. Di lampu merah, bisa-bisanya saya nabrak mobil depan. Mau buru-buru tukeran kursi sama supir saya udah keburu ketauan. Mana saya masih pake baju balet lengkap dengan rok tutu warna pink itu. hahaha...," urainya sambil tertawa.

"Ujung-ujungnya dia minta ganti rugi. Saya sampai keringet dingin. Akhirnya saya ambil dari uang SPP sekolah. Terus saya ngerayu eyang minta uang jajan lebih, untungnya akhirnya ketutup juga SPP walaupun telat bayarnya. Dan nggak ketauan ibu saya, hahaha..," imbuhnya.

Di lain sisi, penyuka sushi dan pendengar jazz ini pun renyah dalam berintrospeksi. Macetnya Jakarta dan semrawutnya sistem lalu lintas tidak lantas ditingkahi dengan wejangan tak sampai kepada Pemerintah.

Sasha mengaku yakin bahwa semua orang udah banyak yang berkoar, bikin ini dan itu. Tapi dirinya pribadi merasa, percuma, 'kalaupun' Pemda akhirnya membuat fasilitas-fasilitas tersebut, dengan attitude masyarakat Indonesia yang masih tidak bisa antri, tidak bisa menjaga fasilitas umum, semua fasilitas itu juga tidak akan berfungsi secara maksimal.

"This is a socio-culture problem for me. Perbaiki dulu mental pengemudi, dari kalangan bawah sampai atas. Somehow kita sebagai masyarakat Indonesia yang dikenal ramah, sekarang di jalan kayaknya berubah jadi buas, senggol sedikit, marah, pecahin kaca," ungkapnya.

Sasha pun kian memincut hati kala mengaku bahwa dialah yang justru paling mengerti mobil di keluarganya karena, akunya, bapaknya yang orang Skotlandia kurang doyan ke bengkel dan urus-urus mobil.

"Selalu saya yang bawa mobil ke bengkel untuk servis rutin, cek mesin, ganti oli, spooring-balancing secara periodik, semua dilakukan setiap waktunya sesuai yang tercatat. Thankfully di Honda ada fitur iMobili di Blackberry yang bisa mengingatkan dan bisa cek kapan harus servis dan bisa lihat bengkel terdekat."

"Know your car. Jangan karena kita perempuan apa-apa minta diurusin supir/orang lain. Bukan berarti itu nggak boleh, tapi coba untuk sekali-sekali ikut to know whatís going on and what to do. In case of emergency, kita siap," ungkapnya di akhir obrolan. Dah Sasha.... (kpl/why/bun)


Mobil Terkait : Mobil Daihatsu Espass Dijual








APA PENDAPAT ANDA ?
2013-12-13
detail