HOME » REVIEW » BMW SERIE 3 TOURING, STATION WAGON SENYAMAN SEDAN
MOBIL DIJUAL

BMW Serie 3 Touring, Station Wagon Senyaman Sedan

Kamis, 20 Oktober 2005 15:16

Otosia.com - Dari jajaran seri 3 mobil BMW lainnya, bisa dibilang BMW Serie 3 Touring mengusung warna baru. Tepatnya, BMW Serie 3 Touring ini adalah sebuah estate atau station wagon, dengan atap menyambung hingga ke titik batas akhir bagasi. Bisa dipastikan Serie 3 Touring memiliki ruang yang luas, baik bagian luar maupun dalamnya, penumpang depan maupun belakang akan mendapatkan ruang yang ekstra.

Tinggi kendaraan dari permukaan tanah (Ground clearance) dan tinggi atap, pada BMW Serie 3 Touring ini, sama dengan varian sedannya. Itu sebabnya dikatakan bahwa touring-nama yang digunakan BMW untuk menyebut estate-senyaman dan seaman sedan.

Jika dibandingkan sedan Serie 3 terbaru, Touring memiliki panjang 4,520 meter lebih panjang 4,2 cm, lebar 1,817 meter (lebih lebar 7,8 cm) dan tinggi 1,418 meter, (lebih tinggi 9 cm). Jarak As roda depan dan belakang (wheel base) juga lebih panjang 3,5 cm menjadi 2,760 meter.

BMW Serie 3 Touring terdiri dari dua varian, yakni 320d, yang menyandang mesin diesel dan 325i, yang menyandang mesin bensin 6 silinder segaris. Pada tahap berikutnya, juga akan diluncurkan varian 320i, 330i, dan 330d.

Pada BMW 325i Touring dan BMW 330i Touring mengusung mesin 6 silinder teringan di dunia dari bahan magnesium-alloy, yang baru pertama kali diperkenalkan melalui BMW 630i Coupe dan convertible serta baru-baru ini melalui sedan BMW 330i.Seluruh varian touring akan menggunakan persneling manual dengan 6 tingkat kecepatan dan secara opsional juga dimungkinkan untuk menggunakan persneling otomatik dengan 6 tingkat kecepatan.

Khusus model touring yang menyandang mesin 6 silinder akan dilengkapi dengan dinamic stability control (DSC) yang ditambahkan dengan sistem pengendali traksi (traction control system) sebagai perlengkapan standar. Berbeda dari DSC biasa yang menjadi perlengkapan standar pada BMW yang menyandang mesin 4 silinder, DSC + menawarkan perangkat tambahan untuk menjamin rem siap untuk menghentikan mobil lebih cepat dalam keadaan darurat.

Dalam kondisi basah, piringan rem dikeringkan dengan wiper. Selain itu, DSC + juga diprogram untuk mengerem mobil yang menggunakan persneling manual saat berhenti di tanjakan sehingga mobil itu tidak mundur saat mulai dijalankan kembali.

BMW Serie 3 Touring menggunakan chassis dan suspensi yang sama dengan varian sedannya. Double-joint dari aluminium pada as depan menawarkan antara kedinamisan berkendara dan kenyamanan penumpang, sedangkan as belakang dengan lima link menjamin pengendaraan dan kenyamanan yang prima dalam kondisi apa pun.

Touring juga menggunakan penggerak ban belakang yang memiliki pendistribusian berat yang mendekati 50:50. Walaupun model touring baru dikembangkan secara terpisah dari varian sedan, sosoknya dari hidung sampai pilar A sama persis. Dari pilar A, atap menyambung hingga ke pilar D tanpa mengurangi ruang kepala penumpang belakang.

nyaman dan lapang

Selain luas, Touring juga menawarkan kemudahan, tengok saja pada bagian belakang dapat dibuka dengan dua cara, yakni hanya membuka kaca saja untuk memasukkan barang-barang yang kecil dan membuka seluruh bagian belakang untuk memasukkan barang-barang besar.

Baik saat jendela maupun seluruh bagian belakang dibuka, penutup atas tempat penyimpanan barang di belakang ikut membuka sehingga barang mudah dimasukkan. Di bawah lantai tempat penyimpanan barang di belakang pun terdapat ruang penyimpanan barang yang dapat digunakan untuk membawa barang-barang yang kotor.

Juga dilengkapi dengan dua pegangan kursi anak-anak Isofix ditempatkan di kursi belakang dan secara opsional, satu dapat ditempatkan di depan. Pada pengatur suhu udara (AC) secara terpisah dapat diatur sesuai keinginan penumpang depan dan belakang. Selain luas, BMW Serie 3 Touring menawarkan banyak kenyamanan senyaman sedan, benar-benar mobil yang pas buat all family. (dar)











2012-11-1