HOME » REVIEW » JEEP WRANGLER ARTIC, MEMBAWA ATMOSFIR KUTUB UTARA KE INDONESIA

Jeep Wrangler Artic, Membawa Atmosfir Kutub Utara ke Indonesia

Kamis, 31 Mei 2012 18:45



Jeep Wrangler Artic, Membawa Atmosfir Kutub Utara ke Indonesia
Wrangler Arctic (Foto: Nazar Ray)

Otosia.com - Chrysler Indonesia merilis Jeep Wrangler Sahara Arctic di Main Atrium, Plaza Senayan, Rabu (16/5). Dari produksi terbatas 600 unit di seluruh dunia, beruntung Indonesia saat ini kebagian jatah 69 unit. Jeep dengan detail desain yang terinspirasi dari karakter alam Kutub Utara, benar-benar eksklusif untuk pecinta Jip."Ya, maunya kita semuanya (69 unit) terjual. Tapi kami yakin, pasti akan habis karena orang Indonesia, terutama penggemar Jeep suka sesuatu yang unik dan berbeda. Ini kan segmennya premium, banyak orang-orang kaya yang sudah menyatakan tertarik dan mau beli," ujar Rieva Muchsin, Chief marketing Officer Chrysler Indonesia pada Otosia.com.Menurut Rieva, Jeep Wrangler Arctic terinspirasi dari lingkungan ekstrem di Kutub Utara.  Jeep Wrangler Arctic Edition 2012 mengambil dasar dari model edisi khusus Sahara yang populer, namun dengan tema berbeda dan sentuhan custom, sehingga memberikan tampilan yang sangat unik baik luar maupun dalam.Berbagi platform dengan Jeep Wrangler Sahara, Arctic tampil dengan detail unik dan eksklusif.  Pada sisi eksterior, mobil dilengkapi emblem Yeti, makhluk legendaris yang hidup di padang es. Ornamen Yeti juga terlihat pada fender depan berupa tapak kaki besar.Jeep Wrangler Arctic menggunakan pelek berukuran 17-inci, dengan aplikasi teknik pewarnaan powder coating (sistem pengecatan dengan serbuk) untuk menghasilkan tekstur yang tahan (anti) gores. Sementara karet pembungkus velg, dipasang Goodyear Wrangler berteknologi silent armour. Ban ini memiliki keunggulan, selain handal untuk dua medan (dual purpose) onroad maupun offroad, juga tingkat memiliki kebisingan yang cukup rendah.Ada sejumlah penanda kalau ini adalah mobil yang diciptakan khusus. Tengok saja bagian dalam, akan ditemui sejumlah ciri khas yang membedakannya dengan varian Wrangler lain. Di dalam akan ditemukan logo Yeti di cluster speedometer.Jaring pada doortrim, jahitan kursi dan piping pada tempat duduk diberi warna oranye. Aksen oranye ini terinspirasi dari warna sunset di horison Kutub Utara. Dengan kata lain, tema Arctic Edition terbawa ke interior dengan serangkaian perubahan, termasuk kursi hitam terbuat dari kain Tektonik, beraksen jahitan putih polar dan oranye.

Kursi depan dilengkapi pemanas dan logo khusus Arctic di kursi belakang, sementara jahitan aksen putih polar dan oranye juga meliputi roda kemudi, arm rest, dan tutup konsol.Untuk pelapis kursi, dipilih bahan Gore Tex. Bahan ini memiliki keunggulan karena sifatnya yang adaptif terhadap perubahan cuaca. Menjadi dingin pada saat cuaca terik, terutama pada saat mobil terparkir di siang hari, dan menjadi hangat ketika cuaca dingin. "Dengan Gore Tex, kalau pengemudinya kepanasan bisa merasakan adem (dingin), kalau kedinginan kursi menjadi hangat. Jadi tidak usah bawa cewek lagi di dalam mobil, hahaha," canda Rieva.Lantaran berbasis Jeep Wrangler Sahara, Jeep Wrangler Arctic menggunakan mesin Pentastar 3.6L, V6, DOHC 16-valve VVT, yang mampu menuai daya sebesar 285 hp (generasi sebelumnya 205 tenaga kuda), dan torsi puncak 350 Nm. Pada pengujian di AS, Wrangler Arctic melahap bahan bakar bakar 21 mpg di jalan raya.Jeep Wrangler Arctic cuma butuh 8,4 detik untuk berakselerasi dari posisi diam ke 100 km/jam. Rangkaian penggerak  dipilih transmisi 5-speed, 4x4 yang dilengkapi dengan Command-Trac NV241 partime, 2-speed dengan transfer case bergigi rasio rendah 2,72:1.Jeep Wrangler Artic hadir dalam varian dua pintu dan empat pintu. Model dua pintu dijual Rp 790 juta, dan empat pintu dibanderoli Rp 850 juta off the road Jakarta. Mau mencoba merasakan 'atmosfir alam' Kutub Utara bersama Wrangler Artic? (kpl/nzr/bun)








APA PENDAPAT ANDA ?

2014-11-24
detail