HOME » REVIEW » MITSUBISHI OUTLANDER SPORT, MENEBALKAN ARTI 'SMART'

Mitsubishi Outlander Sport, Menebalkan Arti 'Smart'

Selasa, 17 Juli 2012 16:30



Mitsubishi Outlander Sport, Menebalkan Arti 'Smart'
Mitsubishi Outlander Sport (Foto: Nazar Ray)
Mobil Terkait : Mobil Mitsubishi Outlander Dijual

Otosia.com - Mencari jalan tengah antara keinginan dan apa yang kita butuhkan seringkali memunculkan sesuatu yang ekstrim. Jika pada akhirnya hal itu memunculkan sebuah perkawinan silang dua hal tersebut, maka boleh jadi inilah salah satu alasan mengapa perekayasa di industri otomotif melahirkan 'crossover'.

Alih-alih untuk mengedepankan fungsi yang 'smart', apalagi jika bicara soal mobil untuk dalam kota yang cenderung kecil, hemat bahan bakar, tetapi juga diharapkan multi-guna.

Namun, bukan 'smart' sesimpel itu yang dihadirkan Mitsubishi Outlander Sport. Ia lebih merupakan sebuah SUV karena sebagian penjiwaannya dikembangkan dari Pajero Rally Dakar. Kita juga dengan mudah melihat perwajahan legendaris lain, yaitu sosok Mitsubishi Evo, lewat moncong hiu-nya yang khas.

Semuanya lantas dikemas dalam bentuk mobil urban lewat ukurannya yang mungil, dan bahkan lebih kecil dari mobil sejenis. Mitsubishi Outlander Sport punya panjang 4.295 mm, lebar 1.770 mm, tinggi 1.625 mm. Sementara, sebagai contoh, Suzuki Grand Vitara punya panjang 4.673 mm, lebar 1.849 mm, dan tinggi 1.756 mm. Makanya tak heran, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors selaku distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia menyebutnya 'The Legend meets Urban Soul'.

Dengan suguhan 'smart' ala Mitsubishi, proses geraknya disokong oleh mesin tipe 4B11 MIVEC DOHC 16-valve dengan 4-silinder 1.998 cc bertenaga maksimum 150 (110 kW) pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 20,1 kg-m (197 Nm) pada 4.200 rpm.

Mesin itu didukung transmisi INVECS-III CVT. INVECS adalah kependekan dari Intelligent & Innovative Vehicle Electronic Control System, sedangkan CVT adalah Continuously Variable Transmission.

Sesuai namanya, INVECS merupakan sistem pintar yang secara otomatis memilih rasio gigi yang optimal berdasarkan kondisi jalan sehingga memudahkan pengendara untuk mengemudi. Teknologi ini juga menggunakan semacam memori untuk menyimpan dan menyesuaikan gaya mengemudi si pengendara tersebut.

Sistem pandai ini terhubung dengan CVT yang mendukung efisiensi kinerja mesin. Dan seperti transmisi otomatis konvensional, tidak ada hentakan saat memindahkan gigi. Setiap kali pedal gas ditekan, maka akselerasi akan terjadi secara halus.

Torsinya pun akan tertata, terutama jika pengendara menginjak pedal gas dengan tidak teratur (di mobil lain, maka yang terjadi adalah tersendat-sendat layaknya baru belajar mobil bertransmisi manual).

Dengan adanya paddle shift, pengendara kota yang 'banyak maunya' memperoleh fasilitas memindahkan gigi secara manual supaya lebih cepat pindah percepatan, entah karena dikejar waktu atau memang kita berbalik mengejarnya.Harga 'Smart'Makna 'smart' lagi-lagi terutarakan ketika bicara harganya yang dimulai dari Rp. 289 juta (varian GLX transmisi manual) serta Rp. 325 juta (PX) dan Rp. 306 juta (GLS) yang mengusung transmisi pintar CVT Invecs III tadi.

Sebagai pilihan paling top, varin PX berharga Rp. 325 juta itu memiliki lampu HID atau xenon dengan autolevelling (lampu mengatur ketinggian sorot secara otomatis) dan kaca atap panoramik, plus jok berlapis kulit serta tombol start/stop mesin. Di luar itu, termasuk perbedaan transmisi, varian lainnya punya spesifikasi yang sama, seperti ban depan-belakang 215/60-R17 96H, pelek alloy 17 x 6,5J dengan rem depan cakram berventilasi 16 inci dan teromol 16 inci di belakang.

Dengan harga-harga di atas pula, faktor keselamatan masuk dalam perhatian. Di rangkaian sistemnya terdapat sistem keamanan aktif anti-lock braking system (ABS), electronic brakingforce distribution (EBD), dan brake assist (BA).

Ada kantong udara untuk pengemudi dan penumpang depan serta 'pematah' pedal rem atau akan melipat jika bagian depan mobil bertabrakan sehingga kaki pengemudi semaksimal mungkin terhindar dari cedera parah.

Tak kalah hebat, ada brake override system yang memiliki sensor pada pedal jika cara pengemudi salah atau tidak normal. Oleh karenanya, komputer akan langsung melambatkan laju mobil.

Fitur hiburannya pun mencakup head unit dengan layar 7 inci 2DIN yang bisa memutar DVD, CD, MP3, WMA, Radio AM/FM, plus koneksi USB, Bluetooth, yang tersalurkan ke 6 speaker (4 speaker bas dan medium, serta dua tweeter). Audionya pun bisa dikontrol melalui tombol-tombol di setir.Dengannya, SUV Mitsubishi Outlander Sport tidak sekadar 'smart' dalam kesederhanaan dan bentuk yang kompak, tetapi juga segala hal yang dibutuhkan, diinginkan, dan menyenangkan bagi kaum urban, memungkinkan kita untuk menggeleng saat Mick Jagger dari Rolling Stones menyanyikan 'You Can't Always Get What You Want'. Tidak untuk kali ini, Mr Jagger.(why/nzr/bun)








APA PENDAPAT ANDA ?

2014-11-24
detail