HOME » BERITA » 11 SUPERCAR MILIK KELUARGA POLITISI DAN PEBISNIS DISITA POLISI, GARA-GARA TAK BAYAR PAJAK

11 Supercar Milik Keluarga Politisi dan Pebisnis Disita Polisi, Gara-gara Tak Bayar Pajak

Polisi India berhasil amankan supercar dan mobil mewah yang tak bayar pajak

Jum'at, 20 Agustus 2021 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
11 Supercar Milik Keluarga Politisi dan Pebisnis Disita Polisi, Gara-gara Tak Bayar Pajak
Supercar yang disita polisi (YouTube/Shantonil Nag)

OTOSIA.COM - Sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya untuk taat membayar pajak. Meski begitu tetap saja ada yang membandel, bahkan hal ini juga dilakukan oleh kalangan berduit, seperti politisi atau pebisnis sukses.

Nah, itulah yang baru-baru ini terjadi di India. Pihak kepolisian di sana berhasil menyita supercar dan mobil mewah milik keluarga pebisnis sukses dan politisi.

1 dari 4 Halaman

Menurut India Today yang dilansir dari Carscoops, awalnya sekelompok pemilik mobil mewah dan supercar mengadakan pertemuan pada akhir pekan lalu. Mereka berkendara bersama dan tampak bersenang-senang, namun kondisinya berubah saat di dekat Bandara Internasional Rajiv Gandhi di Hyderabad, India.

Setidaknya ada 15 mobil dan supercar yang dihentikan oleh polisi. 11 di antaranya disita karena pemiliknya tertangkap basah belum membayar pajak di wilayah Telangana.

2 dari 4 Halaman

Dilaporkan juga bahwa pihak kepolisian sebenarnya telah mengawasi mobil-mobil tersebut selama beberapa bulan. Setelah mendapatkan laporan lokasi mereka, polisi langsung bergerak.

Diketahui bahwa sebagian besar mobil-mobil yang disita merupakan milik keluarga politisi dan pebisnis. Sedangkan pengemudinya masih tergolong muda, berusia sekitar 25 hingga 35 tahun.

3 dari 4 Halaman

Menariknya, beberapa pemilik mobil diketahui masih menyimpan mobil mewah dan supercar lainnya, seperti Lamborghini Huracan , Maserati GranTurismo, Ferrari, dan Rolls-Royce. Untuk mobil yang disita pemilik baru bisa membawanya pulang setelah membayar denda.

Sekadar informasi, upaya untuk menghindari pajak ternyata cukup umum dilakukan di Telangana. Lantaran pajak di sana cukup besar mencapai 14% dari harga kendaraan baru. Besaran pajak tersebut akan menurun seiring bertambahnya usia kendaraan.

4 dari 4 Halaman

 

 

BERI KOMENTAR