HOME » BERITA » 11 TIPS BERKENDARA DI MUSIM HUJAN SAAT LIBURAN

11 Tips Berkendara di Musim Hujan Saat Liburan

Jum'at, 07 Desember 2018 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi berkendara saat musim hujan (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Akhir tahun biasanya adalah waktu yang tepat untuk liburan. Tapi bulan Desember setiap tahunnya juga waktunya musim hujan.

Meski begitu, hujan tak harus menghalangi rencana jalan-jalanmu. Supaya perjalanan libur menjadi aman dan nyaman, perlu persiapan yang matang, terlebih jalanan basah akibat sering hujan.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 4W pun berbagi tips soal perjalanan di musim hujan. Menurut Suzuki Indonesia ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

1. Sebelum berangkat keluar kota, pastikan kendaraan diservis secara berkala. Mintalah bengkel resmi memeriksa setiap komponen ban, rem, wiper, washer dan lampu-lampu.

“Tetapi pemilik kendaraan sebaiknya mengecek kondisi kaca depan dan spion agar tidak mengganggu penglihatan,” imbuh pihak Suzuki.

2. Periksa semua lampu kendaraan apakah berfungsi dengan baik, agar mampu membantu pengemudi melihat lebih jelas di jarak pandang yang terbatas karena hujan. Nyalakan lampu utama meskipun siang hari dan hujan rintik-rintik karena membantu pengendara lain melihat kendaraan Anda.

3. Ganti wiper bila mulai getas. Jika wiper mengeluarkan bunyi saat digunakan, ini tandanya wiper Anda wajib diganti. Cek kondisi air wiper atau washer, dan jangan mencampur dengan air detergen, shampoo atau sejenisnya. Hal ini menyebabkan jarak pandang Anda terbias oleh busa-busa yang dihasilkan detergen atau shampoo.

4. Pastikan ban kendaraan tidak gundul. Ganti segera ban Anda dengan ban baru agar mudah menapak sempurna di berbagai kondisi jalan. Pastikan Anda juga memeriksa kondisi ban cadangan agar saat darurat tidak merepotkan Anda sendiri. Jangan mengambil risiko dengan menggunakan ban yang sudah tipis.

5. Siapkan performa rem yang terbaik. Ganti segera bila kampas rem mulai habis, dan bila jarak tempuh kendaraan di atas 40.000 km pastikan sudah diganti pula minyak rem dan minyak kopling (M/T). Pastikan boot-boot bagian penggerak kendaraan tidak ada yang sobek guna menghindari air hujan masuk ke dalam dan menyebabkan karat.

6. Idealnya kecepatan berkendara saat hujan adalah maksimal 60 km/jam. Jika lebih dari 60 km/jam berpotensi menyebabkan kondisi aqua planning yaitu keadaan ban tidak menapak sempurna ke permukaan jalan karena terhalang air yang menggenang.

7. Jaga jarak pandang Anda. Idealnya jarak pandang yang normal adalah sejauh mata memandang, kondisi ini bisa berbeda untuk setiap orang. Segera kurangi kecepatan kendaraan secara bertahap apabila jarak pandang mulai menurun. Bila kondisi hujan lebat sehingga jarak pandang Anda hanya satu meter, sebaiknya menepi dan berhenti saja agar terhindar dari kecelakaan.

8. Jangan gunakan lampu hazard saat kondisi hujan deras, hal ini tidak tepat karena membuat pengendara lain bingung dan bisa menyebabkan kecelakaan. Nyalakan saja lampu utama dan berkendara secara hati-hati. Di dunia internasional menyalakan lampu hazard dalam kondisi kendaraan bergerak adalah pelanggaran berat atas aturan lalu lintas darat.

9. Jangan sembarang menerobos genangan air karena kita tidak tahu kedalamannya, hal ini bisa mengakibatkan kendaraan Anda mogok atau terperosok ke dalam lubang yang mungkin ada di dalam genangan air tersebut.

10. Jangan lupa membawa tool kit. Bawalah yang dibutuhkan. Misalnya pompa angin darurat yang praktis, agar suatu waktu bila dalam kondisi darurat bisa digunakan. Cek ulang alat-alat ganti ban di kendaraan, agar tidak merepotkan saat ingin ganti ban di dalam kondisi darurat. Bawa kabel jumper aki kendaraan dan periksa ulang kotak P3K dan APAR kecil agar dalam kondisi siap pakai.

11. Ideal tekanan angin saat berkendara dalam kondisi hujan adalah sesuai buku petunjuk kendaraan. Jangan mengurangi atau menambahkan tekanan angin. Hal ini bisa menyebabkan gejala aqua planning dan mengakibatkan kecelakaan.

Perhatikan beban maksimal yang mampu ditopang kendaraan, jangan melebihi muatan yang mengganggu stabilitas kendaraan. Periksa kondisi tekanan udara dalam ban dan kedalaman ban secara rutin, minimal seminggu sekali.

Kondisi tekanan ban yang cukup dan alur ban yang masih baik akan menghindarkan kendaraan melayang di atas air (aquaplaning) dan tergelincir (slip) pada saat hujan.

Selamat berlibur, semoga Anda selamat sampai tujuan. 

Reporter : Nazarudin Ray

 (kpl/nzr/tys)

BERI KOMENTAR