HOME » BERITA » 15 HARI OPERASI YUSTISI, DENDA PELANGGARAN PROTOKOL COVID-19 CAPAI RP1,7 MILIAR

15 Hari Operasi Yustisi, Denda Pelanggaran Protokol COVID-19 Capai Rp1,7 Miliar

Petugas melakukan jutaan kali penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan COVID-19. Denda penindakan tersebut pun mencapai miliaran rupiah.

Rabu, 30 September 2020 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
15 Hari Operasi Yustisi, Denda Pelanggaran Protokol COVID-19 Capai Rp1,7 Miliar
Operasi yustisi (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

OTOSIA.COM - Tim gabungan melakukan penindakan sebanyak 2.127.248 kali selama 15 hari pelaksanaan operasi yustisi sejak 14 September sampai dengan 28 September 2020. Penindakan itu dilakukan dalam bentuk teguran lisan dan teguran tertulis.

"Dengan sanksi teguran lisan sebanyak 1.541.246, teguran tertulis sebanyak 331.802," rinci Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono dikutip dari Liputan6.com.

Menurut Awi, pihaknya mencatat adanya satu kasus kurungan terhadap pelanggaran protokol Covid-19. Sementara untuk pelanggaran administrasi ada sebanyak 27.564 kali dengan nilai denda Rp 1.733.299.425 miliar.

"Penutup tempat usaha 1.101 kali, sanksi lainnya atau kerja sosial sebanyak 250.534," jelas Awi.

1 dari 2 Halaman

Di Jakarta sendiri, Satpol PP Kota Jakarta Selatan belum lama menutup pusat kuliner di kawasan Kecamatan Jagakarsa karena melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta dengan melayani pembeli makan di tempat secara sembunyi-sembunyi.

"Malam ini kita segel, penutupan bisa sampai tanggal 11 Oktober atau tiga hari," kata Kasatpol PP Kecamatan Jagakarsa, Yahya saat dikonfirmasi, Senin 28 September 2020.

Yahya menyebutkan, pihaknya telah menerima pelimpahan laporan dari Polsek Jagakarsa yang menggerebek pusat kuliner di Jalan Durian, pada Sabtu 26 September 2020 malam.

2 dari 2 Halaman

Pusat kuliner tersebut secara sembunyi-sembunyi menyediakan layanan makan di tempat selama masa PSBB diberlakukan. Petugas mengetahui hal itu dari laporan masyarakat, lalu melakukan patroli operasi yustisi bersama unsur TNI.

Saat operasi yustisi dilakukan, petugas mendapati bagian depan pusat kuliner tersebut beroperasi sesuai aturan PSBB. Tetapi di bagian belakangnya menyediakan layanan makan di tempat.

Pemilik usaha mengelabui petugas dengan cara menutup pagar masuk, seolah-olah akses jalan ditutup. Begitu dibuka oleh petugas, didapati puluhan pengunjung sedang menikmati hidangan dengan cara berkerumun tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Menurut Yahya, sanksi pelanggaran PSBB yang diberikan tidak hanya penutupan saja, tapi juga denda administrasi.

"Dendanya mahal, itu bisa Rp 50 juta," kata Yahya.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR