HOME » BERITA » 15 ISTILAH MOBIL LISTRIK YANG PERLU DIKETAHUI SEBELUM MEMBELI

15 Istilah Mobil Listrik yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli

Era mobil listrik terasa sangat dekat. Bahkan Indonesia pun bersiap menyambut kehadiran mobil listrik. Tapi sebelum membeli mobil listrik, ada baiknya untuk memahami istilah-istilah yang dipakai mobil listrik ya Otolovers.

Rabu, 16 Desember 2020 19:15 Editor : Dini Arining Tyas
15 Istilah Mobil Listrik yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli
Hyundai Ioniq listrik (Hyunai Indonesia)

OTOSIA.COM - Sekilas, mobil listrik tampak sama saja dengan mobil yang sudah ada saat ini. Tapi mobil listrik dan mobil berbahan bakar bensin punya cara kerja yang berbeda, baik dari sistem penggerak dan juga sumber energinya.

Di Indonesia, satu per satu mobil listrik mulai berdatangan. Ada yang memang diluncurkan untuk pasar Indonesia. Ada yang harus dibeli melalui importir umum.

Nah, ada beberapa istilah pada mobil listrik yang mungkin masih awam bagi para pecinta mobil. Seblum Otolovers membeli mobil listrik ada baiknya untuk memahami 15 istilah yang dipakai pada mobil listrik, dilansir dari evsafecharge:

1 dari 3 Halaman

EV (Electric Vehicle)

Kategori kendaraan listrik yang paling umum, kategori ini menandakan kendaraan yang ditenagai oleh listrik dan menggunakan motor elektrik.

BEV (Battery Electric vehicle)

Disebut juga sebagai ?All-electric?. BEV memanfaatkan energi yang tersimpan di dalam baterai dan harus diisi menggunakan sumber listrik eksternal

Regenerative Braking

Sistem pengereman EV yang akan menyimpan energi pengereman menjadi listrik dan disimpan di baterai mobil listrik.

HEV (Hybrid Electric Vehicles)

HEV memanfaatkan sistem gerak elektrik dan mesin konvensional.

PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicles)

PHEV merupakan kombinasi kendaraan listrik dan konvensional. PHEV dilengkapi baterai khusus yang bisa diisi dari pengisian luar.

2 dari 3 Halaman

kW (Kilowatt)

Unit tenaga elektrik.

Level 1 Charging

Mengecas kendaraan listrik dengan tegangan hingga 120 volt. Level 1 merupakan metode terlambat untuk mengisi ulang dan membutuhkan waktu hingga 24 jam untuk mengisi kendaraan listrik.

Level 2 Charging

Mengecas kendaraan listrik dengan tegangan 240 volt. Level 2 merupakan pengecasan yang paling direkomendasikan. Kecepatan pengecasan Level 2 lebih cepat 5 kali lipat dibanding Level 1.

Level 3 Charging

Metode pengecasan ini dikenal juga sebagai DC charging. Lama pengecasan hanya satu setengah jam saja. Metode ini masih sangat langka karena tergolong mahal dan membutuhkan lebih banyak tenaga.

Tesla Supercharger

Pengecasan super cepat yang bisa memberikan daya hingga 120 kW ke baterai mobil. Sistem ini hanya tersedia untuk mobil listrik Tesla.

3 dari 3 Halaman

Battery Management System

Sebuah sistem untuk mengatur dan melindungi baterai.

LIB (Lithium-ion battery)

Dikenal juga sebagai Li-ion, baterai isi ulang ini yang paling umum digunakan.

VRLA battery (valve-regulated lead-acid battery)

Baterai lead-acid yang bisa diisi ulang.

NiMH (Nickel Metal Hydride):

Baterai isi ulang yang tidak sebaik Li-ion

Molten salt battery

Sebuah jenis baterai yang memanfaatkan molten salts sebagai elektrolit.

Penulis: Amal Abdulrachman

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR