HOME » BERITA » 18 HARI OPERASI KETUPAT, 40.856 KENDARAAN MASIH NEKAT MUDIK

18 Hari Operasi Ketupat, 40.856 Kendaraan Masih Nekat Mudik

Meski sudah dilarang, tapi masih ada warga yang nekat mudik. Selama 18 hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020, polisi mencatat ada puluhan ribu kendaraan dipakai untuk mudik.

Rabu, 13 Mei 2020 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
18 Hari Operasi Ketupat, 40.856 Kendaraan Masih Nekat Mudik
Checkpoint PSBB Jabar (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Polisi menggelar Operasi Ketupat 2020 sejak 24 April 2020 lalu. Operasi Ketupat kali ini lebih difokuskan ke larangan mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Dilansir dari Liputan6.com, sejak pertama kali digelar hingga 11 Mei 2020, polisi mencatat ada ribuan kendaraan yang nekat mudik. Alhasil, puluhan ribu kendaraan diminta unutk putar balik.

"Jumlah total kendaraan yang diputar balik selama 18 hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 sebanyak 40.856 kendaraan," terang Kabag Penum Humas POlri, Kombes Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2020).

1 dari 2 Halaman

Dia menjelaskan, kendaraan yang diputarbalikkan terdiir dari kendaraan pribadi, kendaraan umum dan juga roda dua.

"Total untuk hari kemarin saja hari ke-18 operasi ketupat, Korlantas Polri mencatat sebanyak 1.444 kendaraan diminta putar balik karena terindikasi akan mudik," ujar Ramadhan soal larangan mudik.

Kendaraan yang paling banyak diminta putar balik berasal dari Jakarta Raya. Polda Metro Jaya mencatat ada 518 kendaraan yang diminta putar balik ke Ibu Kota.

"Kedua ditempati Polda Jawa Barat dengan jumlah 358 kendaraan. Disusul masyarakat dari Polda Jawa Timur sebanyak 308 kendaraan yang diminta memutar balik karena membandel. Lalu Polda Banten 171 dan Jawa tengah 52 kendaraan," ujar Ramadhan.

2 dari 2 Halaman

Pelanggaran mudik Lebaran paling sedikit berada di wilayah Polda Lampung dan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kendaraan yang diminta memutar balik di Polda Lampung sebanyak 26 unit, sedangkan Polda DIY sebanyak 11 Kendaraan," pungkas Ramadhan.

BERI KOMENTAR