HOME » BERITA » 2 HAL UNIK BERCOKOL DI MOBIL ETANOL ITB

2 Hal Unik Bercokol di Mobil Etanol ITB

Kamis, 05 Oktober 2017 16:30

2 Hal Unik Bercokol di Mobil Etanol ITB
Foto: Shell
Editor : Fitradian Dhimas | Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Tahun ini, tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali akan ikut dalam ajang Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2018 yang akan berlangsung di Festival “Make The Future Singapore 2018” sejak SEM Asia diselenggarakan pertama kalinya pada tahun 2010 lalu.

Ajang lomba mobi hemat ini menampilkan berbagai gagasan dan inovasi terkait dengan tantangan energi global untuk menghasilkan lebih banyak energi bersih dan rendah CO2.

Salah satu tim mahasiswa dari ITB yang akan mengikuti ajang ini adalah Tim Rakata Etanol dengan hasil karyanya yaitu mobil kategori Prototype berbahan bakar etanol.

Reza M Ghifarry, Manager Tim Rakata Etanol ITB, mengatakan bahwa pada tahun ini mereka akan mengendarai mobil baru dengan dua keunikan.

Yang pertama, mobil tersebut akan menggunakan rangka baru berbahan logam chromoly yang dinilai lebih kuat.

Yang kedua, selain menggunakan kerangka baru, tambah Reza, mobil ini juga akan dilengkapi dengan sistem kemudi baru yang nantinya akan memudahkan pengemudi berkendara di tikungan lintasan lomba.

“Kami coba untuk membuat sendiri sistem kemudi baru untuk mobil ini. Ini adalah salah satu pengetahuan baru yang kami peroleh saat bertukar pikiran dengan peserta lain dari Thailand yang juga merancang mobil protitype berbahan bakar etanol di ajang SEM Asia lalu. ”

Bagian lain yang juga mengalami penyesuaian adalah sistem pengapiannya.

“Mobil ini sudah kami siapkan sejak 10 bulan lalu dan saat ini sudah mencapai 80 persen. Kami harapkan November tahun ini bisa kami uji cobakan pada sebuah ajang serupa di Indonesia.”

Lebih lanjut, Reza mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam menciptakan mobil prototype berbahan bakar etanol adalah penyesuaian mesin dan ketersediaan etanol itu sendiri.

Pasalnya, etanol bukanlah bahan bakar yang banyak digunakan pada kendaraan umum.

“Kami memilih etanol sebagai bahan bakar untuk mobil ini, karena kami ingin menjadi bagian dari generasi muda yang ikut mengembangkan energi terbarukan di masa depan.”

 (kpl/nzr/fdk)







Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER