HOME » BERITA » 2 MODEL INI MAKIN LARIS SAAT PASAR MOBIL MURAH LESU

2 Model Ini Makin Laris Saat Pasar Mobil Murah Lesu

Rabu, 05 Desember 2018 18:15 Editor : Cornelius Candra
Daihatsu Sigra (Daihatsu Indonesia)

OTOSIA.COM - Pergeseran tren di pasar mobil Indonesia terbilang unik. Awalnya, berbagai mobil LCGC (Low Cost Green Car) atau yang kini diesebut sebagai sebagai mobil hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) cukup digemari masyarakat. Namun belakangan, hampir seluruh penjualan mobil murah ini mengalami penurunan, kecuali Daihatsu Sigra dan Honda Brio.

Tapi kita lihat gambaran secara umum dulu. Mengacu dari data yang dikeluarkan Gaikindo, kinerja mobil murah mulai turun secara wholesales. Hingga Oktober 2018 (performa 10 bulan pada 2018) menyentuh angka 190.733 unit. Torehan terkoreksi atau turun 4,28% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Honda Brio Satya

Faktanya, Sigra termasuk paling banyak diminati konsumen di Indonesia. Pada periode itu, Sigra tumbuh 16,29% atau sanggup terjual sebanyak 42.704 unit. Bahkan kontribusinya besar pada total penjualan Daihatsu. Hingga kini, penjualan Sigra masih menjadi backbone kami sebesar 25%. Itu karena tren masyarakat lebih suka model mobil keluarga 7 seater. Apalagi Sigra harganya terjangkau. Tak sedikit keluarga muda yang pakai Sigra. Namun kami akui, model LCGC 5 seater (Ayla) ada penurunan, jelas Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & CR Division Head PT ADM pada OTO.com.

Kemudian ada Honda Brio, yang mampu tumbuh positif berkat munculnya model anyar pada Agustus kemarin. Brio juga menjadi model andalan Honda Prospect Motor (HPM) yang paling laku. Penjualan Brio Satya jenis LCGC terjual sebanyak 36.239 unit atau naik 4,27%. Model ini berhasil menggaet konsumen kalangan muda yang jadi target utama.

Daihatsu Sigra

Sementara masih pada periode yang sama, penurunan paling terasa dialami oleh Datsun, Toyota Calya dan Daihatsu Ayla. Datsun melorot hingga 14,74% dengan angka penjualan sebanyak 7.415 unit. Mereka hanya mampu mengambil kue 3,38% dari market share LCGC.

Lalu kemerosotan juga dialami Toyota Calya, yang terpelanting 14,25% dan mampu menjajakan 53.633 unit. Padahal tahun lalu (periode yang sama) saudara Sigra ini dipasarkan sebanyak 62.545 unit. Daihatsu Ayla justru turun 12,49%, mampu memasarkan sebanyak 22.705 unit. Data tahun lalu, Ayla mampu tersalurkan 25.946 unit.

Ya, konsumen entry-level memang menjadi sasaran mobil LCGC. Tapi, segmen ini justru sangat mudah dipengaruhi kenaikan harga. Hal itu juga disebabkan oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Belum lagi Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6% lantara depresiasi rupiah.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR