HOME » BERITA » 2 PROBLEM UMUM RANTAI MOTOR, SOLUSINYA MESTI ANTI-MALAS

2 Problem Umum Rantai Motor, Solusinya Mesti Anti-Malas

Rantai sepeda motor jadi komponen penting jenis tunggangan non-matik, baik itu bebek ataupun motor model sport dan custom semacam cafe racer serta lainnya.

Kamis, 17 Mei 2018 10:15 Editor : Cornelius Candra
Foto: CloudMotorcycle.com

OTOSIA.COM - Rantai sepeda motor jadi komponen penting jenis tunggangan non-matik, baik itu bebek ataupun motor model sport dan custom semacam cafe racer serta lainnya.

Masa pakainya sendiri bisa tahunan, tetapi usia ini tergantung dari bagaimana cara perawatan, seperti dikatakan Fahmi Halim, dari PT Kuei Meng Chain Indonesia, produsen rantai asal Taiwan.

"Kalau bicara lifetime, kalau dia good maintenance, dia sampai 3 tahun pun bisa. Ini dengan catatan bawa motornya rapi, tiap minggu rantai dicek," kata dia.

Soal problem yang menghinggapi rantai, setidaknya ada dua hal. Keduanya pun berkaitan dengan kebiasaan para penggunanya sendiri. Salah satunya soal kebiasaan pahe atau paket hemat serba ekonomis.

Misalnya saja, rantai yang putus, tetapi pengguna enggan menggantinya secara satu set.

"Kalau jalannya rusak, misalnya pegunungan, memang rutin untuk ganti. (Tapi kan biasanya) putus, malah ganti mata. Sebaiknya, kalau sudah putus, ya ganti gear set. Cuma ya orang kan hemat biaya," kata dia.

Putus mata rantai sendiri bisa berarti bahwa material tersebut sudah sampai pada titik aus pemakaian. Artinya, ganti mata rantai, maka mata rantai yang lain pun juga akan aus dalam waktu dekat.

Problem lainnya adalah karat. Sebenarnya kuncinya adalah anti-malas seperti yang sudah dikatakan Fahmi.

"Sering dibersihkan, dipakaikan pelumas rantai. Soalnya, karat yang jadi masalah," ujarnya.

(kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR