HOME » BERITA » 2020, NEGARA HEMAT DEVISA PULUHAN TRILIUN GARA-GARA BIODIESEL

2020, Negara Hemat Devisa Puluhan Triliun Gara-Gara Biodiesel

Pemanfaatan biodiesel bisa membantu negara lebih berhemat. Selain itu juga memberikan dampak yang baik bagi lingkungan.

Jum'at, 08 Januari 2021 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
2020, Negara Hemat Devisa Puluhan Triliun Gara-Gara Biodiesel
Biodiesel (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Pemanfaatan biodiesel dinilai lebih ramah lingkungan. Pada 2020, pemanfaatan biodiesel mencapai 8,46 juta kiloliter. Jumlah pemanfaatan yang besar itu rupanya bisa membantu negara berhemat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif membeberkan, negara menghemat devisa hingga Rp 38,31 triliun atau sekitar USD 2,66 miliar. PErhitungan tersebut dilakukan menggunakan rata-rata MOPS Solar sebesar USD 50 per BBL dan kurs Rp 14.400 per USD.

"Mandatori penggunaan biodiesel telah berjalan dengan baik dan berhasil ditingkatkan dari B20 menjadi B30 pada Januari 2020," ujar Menteri Arifin dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/1/2020).

1 dari 1 Halaman

Secara tahunan, jumlah pemanfaatan biodiesel terus merangkak naik sejak 2017, setelah sebelumnya mengalami fluktuasi. Pada 2017, jumlah pemanfaatan biodiesel mencapai 2,57 juta KL, turun dari tahun 2016 yang sebesar 3,01 juta KL.

Angka tersebut naik mencapai 3,75 juta KL pada 2018, lalu 6,39 juta KL pada 2019 dan mencapai 8,64 juta KL pada 2020. Ditargetkan pada 2021, jumlah pemanfaatan biodiesel ini bisa mencapai 9,2 juta KL.

Menteri Arifin juga turut membeberkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor ESDM sebesar 64,4 juta ton CO2. Penurunan ini dicapai melalui pemanfaatan EBT sebesar 53 persen, penerapan efisiensi energi 20 persen, penggunaan bahan bakar fosil rendah karbon 12 persen, pemanfaatan teknologi pembangkit bersih 9 persen dan kegiatan reklamasi pasca tambang 4 persen.

"Untuk 2021, ditargetkan penurunan emisi ini menjadi 67 juta ton CO2," ujarnya.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR