HOME » BERITA » 20,8 PERSEN MASYARAKAT TETAP MUDIK, PEMERINTAH DIMINTA LEBIH SERIUS

20,8 Persen Masyarakat Tetap Mudik, Pemerintah Diminta Lebih Serius

Hasil survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia didapati bahwa ada 20,8 persen masyarakat yang tetap akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2021 atau berwisata. Indikator Politik Indonesia meminta pemerintah lebih serius menanggapi hal ini.

Rabu, 05 Mei 2021 11:15 Editor : Dini Arining Tyas
20,8 Persen Masyarakat Tetap Mudik, Pemerintah Diminta Lebih Serius
Pemudik menggunakan sepeda motor (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Awal April 2021 lalu, Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan ITB melakukan survei untuk mengetahui berapa banyak masyarakat yang masih akan mudik. Hasilnya, 27,6 juta orang masih memilih mudik Lebaran 2021 meskipun pemerintah melarang.

Survei tentang mudik ini juga dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi mengatakan animo masyarakan Indonesia untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran 2021, melakukan kunjungan pada sanak saudara, atau pergi ke tempat wisata di tengah pandemi COVID-19 masih tinggi, mencapai 20,8 persen.

"Ini angka 20,8 persen itu itu cukup tinggi, harus menjadi pusat perhatian," katanya melalui rilis surveu bertajuk Persepsi Ekonimi dan Politik Jelang Lebaran, Selasa (4/5/2021).

1 dari 3 Halaman

Sedangkan 38,6 persen masyarakat mengaku, kecil kemungkinan untuk melakukan kegiatan mudik Lebaran 2021 maupun wisata. Kemudian 34,2 persen menyatakan memiliki kemungkinan sangat kecil untuk melakukan kegiatan tersebut.

"Sementara 6,5 persen masyarakat lainnya memilih tidak menjawab," lanjutnya.

2 dari 3 Halaman

Adapun, alasan masyarakat masih ngotot melakukan mudik maupun berwisata di tengah pandemi COVID-19 ialah berkunjung ke rumah keluarga, rindu keluarga, dan bisa menggunakan protokol kesehatan. Lalu, bosan di rumah, acara tahunan, hingga penularan dianggap COVID-19 sudah melandai.

"Sementara alasan bagi mereka yang memilih tidak melakukan mudik maupun berwisata yakni untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19, agar pandemi segera berakhir, dan mematuhi aturan pemerintah," terangnya.

3 dari 3 Halaman

Tindak Lanjut Survei

Lebih lanjut, Burhanuddin meminta pemerintah untuk menindaklanjuti serius temuan survei ini. Merespon masih tingginya animo masyarakat untuk melaksanakan kegiatan Mudik Lebaran tahun ini.

"Jadi, ini masukan buat pemerintah termasuk buat komite penanganan COVID-19. Bahwa larangan itu kalau hanya sekadar indah di atas kertas, itu mudah sekali dilanggar karena potensinya besar," tekannya.

Perlu diketahui, Survei Indikator Politik Indonesia digelar pada 13-17 April 2021. Survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak. Dengan tingkat kekeliruan kurang lebih 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Penulis: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR