HOME » BERITA » 24 MOGE YANG DIPAKAI ROMBONGAN PENGEROYOK 2 TNI DI BUKITTINGGI DISERAHKAN KE POLDA SUMBAR

24 Moge yang Dipakai Rombongan Pengeroyok 2 TNI di Bukittinggi Diserahkan ke Polda Sumbar

Sebanyak 24 unit moge yang dipakai oleh rombongan yang keroyok dua TNI AD di Bukittinggi diserahkan ke Polda Sumbar. Lima unit diantaranya dicurigai sebagai moge bodong.

Sabtu, 14 November 2020 14:15 Editor : Dini Arining Tyas
24 Moge yang Dipakai Rombongan Pengeroyok 2 TNI di Bukittinggi Diserahkan ke Polda Sumbar
Moge yang diserahkan ke Polda Sumbar (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Polisi masih terus mendalami kasus pengeroyokan dua TNI AD di Bukittinggi. Setelah lima moge yang dipakai rombongan komunitas dicurigai bodong, kini 24 moge termasuk lima unit itu diserahkan ke Polda Sumbar.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu mengatakan, kepolisian masih terus melakukan pengecekan secara intensif terhadap kendaraan yang diduga tidak memiliki surat yang lengkap itu.

"Masih dalam pemeriksaan sekarang, kendaraan sudah dipindahkan ke Polda tadi malam, seluruhnya. Jadi dengan pemindahan ini akan ditindaklanjuti untuk pemeriksaan keabsahan kendaraan," kata Satake kepada merdeka.com, Jumat (13/11/2020).

1 dari 2 Halaman

Dia menjelaskan, kepolisian sejauh ini masih terfokus pada pemeriksaan terhadap lima unit Moge yang tidak memiliki surat lengkap.

"Soal kasus ini ditangani oleh Ditlantas dan Ditreskrimsus Polda Sumbar. Masih kami pemeriksaan intensif apakah ada tindakan pidana atau lainnya yang nantinya ditangani Ditlantas dan Ditreskrimsus Polda Sumbar," ujar Satake.

Untuk diketahui, hingga saat ini, lima unit Moge terindikasi dengan sepeda motor bodong, salah satunya pun milik tersangka pengeroyokan dua prajurit TNI. Sebelumnya, Polres Kota Bukittinggi sendiri telah menetapkan lima tersangka terhadap kasus pengeroyokan dua prajurit TNI, bahkan salah satunya masih dibawah umur.

2 dari 2 Halaman

Kelima tersangka yang ditetapkan masing-masing berinisial, JA (26), MS (49), RHS (48), TR (33) dan BS (16). "Dari lima orang tersangka ini, satu orang di antaranya merupakan anak berhadapan dengan hukum, alias anak bawah umur. Dia akan di proses sesuai dengan sistem peradilan anak," kata Kapolres Bukittinggi, Dody Prawiranegara.

Penyerahan berkas tahap satu ke kejaksaan dalam kasus ini telah dilakukan sebagai bukti keseriusan pihak kepolisian dalam proses perkara kasus tersebut secara baik dan benar.

Dalam perkara ini, penyidik kepolisian menerapkan empat orang tersangka dengan pasal 170 ayat (2) ke 1e Jo 351 Jo 56 KUHP Pidana. Sementara kepada tersangka anak berhadapan hukum dengan dikenakan pasal 170 ayat (2) ke 1 e jo 351 jo 56 KUHPPidana jo Undang-undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

Penulis: Ikhwan

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR