HOME » BERITA » 24 TAHUN TERPISAH, SEORANG AYAH NAIK MOTOR TEMPUH 500 RIBU KILOMETER DEMI BERTEMU SANG ANAK

24 Tahun Terpisah, Seorang Ayah Naik Motor Tempuh 500 Ribu Kilometer demi Bertemu Sang Anak

Menghabiskan 10 unit sepeda motor, seorang Ayah rela menempuh jarak 500 ribu kilometer untuk menemukan anaknya yang diculik.

Selasa, 20 Juli 2021 18:15 Editor : Dini Arining Tyas
24 Tahun Terpisah, Seorang Ayah Naik Motor Tempuh 500 Ribu Kilometer demi Bertemu Sang Anak
Tempuh 500 ribu kilometer demi bertemu anak (Visordown)

OTOSIA.COM - Seorang ayah rela menempuh ratusan ribu kilometer demi bertemu anaknya. Diketahui, sang anak merupakan korban penculikan 24 tahun yang lalu.

Dilansir dari Visordown, ayah tersebut menghabiskan puluhan tahun melintasi China untuk menemukan anaknya. Setelah menempuh 500 ribu kilometer, Guo Gangtang menemukan anaknya, Guo Xinzhen ditemukan di provinsi Henan.

1 dari 3 Halaman

Pertemuan itu terjadi setelah profil DNA sang anak merujuk pada pasangan yang diduga melakukan perdagangan anak. Pasangan tersebut juga tak lama mengakui kejahatannya.

Dalam pencarian tersebut, Guo diketahui menghabiskan sekitar 10 sepeda mtor untuk menempuh jarak ratusan ribu kilometer. Ia pun sempat mengalami kecelakaan beberapa kali hingga mematahkan beberapa tulangnya. Bahkan Ia sempat mengalami perampokan di jalan. 

 

2 dari 3 Halaman

Kisah mengharukan ini kemudian diabadikan dalam sebuah film berjudul Lost and Love yang mengambil aktor asal Hong Kong sebagai tokoh utamanya.

Film itu disiarkan tahun 2015 silam dan menjadi motivasi untuk menghentikan perdangan anak di China. 

3 dari 3 Halaman

Setelah 24 tahun berlalu, Guo Xinzhen akhirnya ditemukan pada Juli 2021 ini. Putranya kini sudah berusia 26 tahun.

Polisi pun melacak seorang pelaku perdagangan anak yang mengaku bersama dengan mantan pacarnya telah menculik Xinzhen saat masih berusia 2 tahun.

"Dia (Guo Xinzhen) baik-baik saja. Tuhan memperlakukan saya dengan adil. Sekarang setelah anak itu ditemukan, semuanya pun bahagia," kata Gangtang.

BERI KOMENTAR