HOME » BERITA » 3 CARA CEK OLI YANG BAGUS BUAT MOBIL DENGAN DYNOTEST

3 Cara Cek Oli yang Bagus Buat Mobil dengan Dynotest

Dynotest memang jadi mainan penting buat tahu seberapa powerful mesin mobil kita. Tapi bukan cuma untuk hitung tenaga mesin saja, dynotest juga bisa dipakai untuk mengecek oli apa saja yang cocok. Kok bisa?

Selasa, 23 April 2019 20:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi Dynotest (dragzine.com)

OTOSIA.COM - Dynotest memang jadi mainan penting buat tahu seberapa powerful mesin mobil kita. Tapi bukan cuma untuk hitung tenaga mesin saja, dynotest juga bisa dipakai untuk mengecek oli apa saja yang cocok. Kok bisa?

Penggunaan dynotest untuk cari oli yang cocok sendiri bisa jadi alat ukur yang jelas. Ini pula yang digunakan oleh Rudy Sucipto dari RS Tunning.

"Sesuai perkembangan zaman dan teknologi, kita harus mempunyai alat ukur yang pasti. Misalnya dynotest, yang (datanya) menunjukkan horsepower dan torsi," kata dia di sela-sela peluncuran pelumas Deltalube, Senin malam (22/4) di Bogor.

Cek horsepower dan cek torsi adalah dua cara untuk tahu bagaimana sebuah oli cukup mantap digunakan di mesin.

"Torsi adalah kemampuan menggerakkan mobil dari kondisi diam hingga bergerak, momen putar. Semakin tinggi torsi yang dipunyai kendaraan, itu kita rasa di mobil enak. Kita gas sedikit, mobilnya sudah seberapa lajunya. Sementara power, seberapa cepat suatu kendaraan mencapai kecepatan tertentu," ujarnya.

Satu lagi adalah memahami temperatur oli. Penentuan suhu oli ini sendiri bukan pada saat dingin atau panas, tetapi ditetapkan pada suhu tertentu supaya tidak memberikan hasil yang rancu.

"Kenapa temperatur oli penting? Fungsi oli itu untuk mendinginkan. Saat dynotest, mesin kami kasih beban. Pada 3.000 rpm, gigi 4, kecepatannya waktu itu 85-90 km per jam. Kami dapati suhu 90-97 derajat celsius," ujarnya.

Dia sendiri pun memanfaatkan dynotest dengan menggunakan pelumas merek Deltalube sejauh 2.000 km. Horsepower memang berubah, begitu juga torsi jika dibandingkan dengan penggunaan oli berbeda sebelumnya.

Adapun temperatur oli yang dia hasilkan dalam tes ini menurutnya paling signifikan. Sebab, oli pada suhu yang melewati batas tertentu akan memiliki penurunan kualitas.

"(Suhu 90-97 derajat celsius) Ini bagus. Sebab, temperatur maksimal ketika vikositas sudah tidak balance itu adalah 130 derajat celsius. Kenapa? Engine wear akan langsung terdeteksi," kata dia.

Untuk horsepower dan torsi, dynotest awal 111 HP dengan torsi 121 NM sejauh 2.000 km dengan metode yang sama, suhu yang sama, menunjukkan kenaikan 0,8 sampai 1 HP, sementara torsi 0,6 sampai 1 NM. Kesimpulannya, dynotest patut untuk dicoba supaya tahu oli yang bagus.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR