HOME » BERITA » 3 CARA REMEH AGAR MOBIL IRIT BBM

3 Cara Remeh Agar Mobil Irit BBM

Kamis, 11 Oktober 2018 22:00 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi perawatan kendaraan (www.novusglassredmond.com)

OTOSIA.COM - Merawat mobil wajib hukumnya. Supaya usia mobil tetap panjang dan tak tejadi drama mogok di tengah jalan.

Tapi selain itu, rajin merawat mobil ternyata juga bisa membuat irit bahan bakar. Ternyata banyak pemilik mobil tak menyadari adanya bagian-bagain jeroan mobil yang berperang penting untuk menghemat bahan bakar.

Nah, berikut ini situs Toyota menerangkan beberapa hal yang dapat membuat hemat bahan bakar namun kerap dilupakan, antara lain:

1. Gunakan oli yang tepat

Ada baiknya jika mengganti oli mobil, maka hal yang harus diperhatikan adalah pastikan oli telah direkomendasikan pabrikan seperti yang tertera pada buku manual.

Sementara menurut situs resmi informasi pemerintah USA FuelEconomy.gov, jika mobil Anda seharusnya menggunakan oli 10W-30, namun menggunakan oli 5W-30, maka hal akan mengurangi jarak tempuh 1-2 persen sehingga mobil menjadi tidak irit. Maka dari itu, penggunaan jenis oli juga sangat penting.

2. Jangan pelit

Banyak hal yang disepelekan pada bagian jantung pacu. Termasuk penggantian busi. Salah satu masalah pada busi yaitu jika kotor atau usang, maka hal itu akan membuat pembakaran tidak konsisten, sehingga kinerja mesin jadi berkurang namun memerlukan bahan bakar yang cukup.

Karena itu, ada baiknya, jika terjadi masalah, maka langsunglah bergegas untuk mengganti part yang baru dan original, tanpa perlu menunggu lama atau menggunakan part bekas atau palsu karena iming-iming harga murah.

3. Biarkan Mobil Anda bernapas lega

Arti dari bernapas yaitu soal udara yang masuk ke mesin lewat filter udara.

Seperti diketahui filter udara berfungsi menyaring kotoran atau debu dari udara luar yang akan masuk ke ruang pembakaran pada kendaraan. Jika filter udara kotor, maka hal itu akan membuat filter tersumbat, sehingga menghambat suplai udara di ruang bakar.

Akibatnya, beban tenaga di ruang bakar terhambat dan harus mengeluarkan tenaga lebih besar sehingga bahan bakar menjadi lebih boros dibanding keadaan normal kendaraan.

Sumber: Liputan6.com

 (kpl/tys)

BERI KOMENTAR