HOME » BERITA » 3 KESALAHAN DALAM MERAWAT SEPEDA MOTOR

3 Kesalahan dalam Merawat Sepeda Motor

Ada 3 hal kesalahan dalam merawat motor, seperti tidak rutin ganti oli, filter udara dan jarang membersihkan sistem penggerak.

Jum'at, 12 Juni 2020 14:15 Editor : Nazarudin Ray
3 Kesalahan dalam Merawat Sepeda Motor
Ilustrasi servis di bengkel AHASS (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Pemilik motor kerap abai dalam melakukan perawatan sepeda motor. Tidak sedikit di antaranya yang melakukan kesalahan penanganan atau perawatan sepeda motor, baik matic maupun kopling.

Menurut Oke Desiyanto, Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng, ada tiga hal yang sering dilupakan pemilik motor dalam melakukan perawatan kuda besinya.

1 dari 3 Halaman

Pertama, tidak teratur mengganti oli mesin, girbox (gardan), suspensi dan rem. Selain itu kualitas pelumas harus tetap terjaga agar komponen mesin tidak cepat aus dan tidak kotor karena siklus pergantian yang rutin, termasuk girbox.

Oli suspensi depan dan oli rem walau tidak habis juga harus diganti secara berkala karena umur pemakaian agar kinerja kembali normal dan kenyamanan kembali terasa.

2 dari 3 Halaman

Kedua, tidak teratur mengganti filter udara dan busi kendaraan. Hal ini penting karena filter udara bertugas agar udara yang masuk ke saluran pembakaran bersih, sehingga pembakaran optimal dan dinding silinder tidak baret.

"Selain itu harus mampu menyediakan sejumlah aliran udara yang dibutuhkan, jika kotor maka potensi udara kurang dan kotoran akan terjadi," jelasnya.

Sementara busi merupakan komponen utama untuk melahirkan tenaga yang optimal. Bisa dipastikan kinerja mesin menurun jika komponen itu tidak diganti.

3 dari 3 Halaman

Ketiga, tidak teratur membersihkan sistem penggerak. Untuk motor matic adalah sistem CVT, dan selain matic menggunakan rantai dan gear atau gardan.

Sistem CVT ini adalah multi fungsi, selain menghubungkan tenaga dari mesin ke roda belakang, tugas berikutnya sekaligus merubah rasionya tenaga dan torsi ke roda belakang. Sistem CVT menggunakan sabuk dan permukaan halus drive untuk bekerja.

Motor selain skutik, komponen transmisi yang bertugas merubah rasio tenaga dan kecepatan mesin tergabung di dalam mesin sekaligus koplingnya, sehingga tugas rantai hanya meneruskan putaran dari mesin ke roda, walaupun ada perbandingan gir tapi bersifat final atau fix. Dalam artian lain tidak bisa berubah setiap saat.

"Jika ada kotoran atau kurangnya perawatan maka sudah dipastikan kinerja mesin akan bertambah berat dan akhirnya terjadi boros," tutupnya.

BERI KOMENTAR