HOME » BERITA » 3 RUMUS SELAMAT BONCENG MOTOR, PELANGGAN OJOL WAJIB BACA

3 Rumus Selamat Bonceng Motor, Pelanggan Ojol Wajib Baca

Selasa, 26 Februari 2019 09:45 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi ojek online (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Keselamatan berkendara dalam menggunakan sepeda motor bukan hanya berkutat pada si pengendaranya, melainkan juga pemboncengnya. Ini terlebih lagi sekarang semakin banyak orang berboncengan di tengah kemudahan transportasi ojek online (ojol).

Satu yang jadi fakta menyedihkan adalah pembonceng biasanya akan lebih fatal di saat sepeda motor mengalami kecelakaan. Hal tersebut disampaikan oleh Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (Wahana) saat menggelar safety riding untuk jurnalis di Safety Riding Center Wahana di Jakatake, Tangerang, Senin (25/2).

Untuk itu, dia menekankan pentingnya pula keselamatan bagi pembonceng. Setidaknya pun ada tiga hal yang mesti diperhatikan.

Pertama, usahakan untuk berpegangan saat berboncengan. Entah di samping atau di perut. Pada intinya, pembonceng harus bisa mengikuti gerak tubuh si pengendara.

"Jadi ketika pengendara gerak ke kanan, pemboncengnya harus ikut ke kanan. Pengendara gerak ke kiri, pemboncengnya harus ikut ke kiri agar sepeda motor bisa lebih stabil. Biasanya orang yang membonceng akan melawan arah tubuh si pengendara. Misalnya pengendara gerak ke kanan, lalu karena kaget si pembonceng gerak ke kiri," urainya.

Ini juga menjelaskan kenapa memboncengi orang yang seperti itu rasanya berat pada saat motor berbelok. Penyebabnya adalah gerak yang berlawanan.

Kedua, lutut pembonceng harus mepet ke pinggul pengendara. Oleh karenanya, jangan sampai sudut lutut dalam kondisi terbuka, apalagi jika tidak berpegangan, bahkan duduknya agak berjauhan dengan pengendara.

"Ketika pengendara menyalip, pembonceng jatuh karena ada kemungkinan (lutut) kepentok," demikian ia mewanti-wanti.

Ketiga, pembonceng harus menggunakan perlengkapan yang sama dengan pengendara. Kenapa? Seperti sudah dijelaskan di atas, pembonceng cenderung lebih fatal saat mengalami kecelakaan dibandingkan pengendara.

"Kalau pengendara biasanya dia lebih siap. Pada saat terjadi kecelakaan, dia akan refleks. Sementara pembonceng tidak siap. Misalnya dia lagi main handphone, tiba-tiba jatuh. Atau agak sedikit merem, lalu jatuh. Makanya usahakan untuk menggunakan perlengkapan yang sama dengan pengendara," tekannya.

Reporter : Nazarudin Ray

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR