HOME » BERITA » 3 TIPS BERKENDARA AGAR SELAMAT MEMASUKI KEBIASAAN BARU DI TAHUN 2021

3 Tips Berkendara Agar Selamat Memasuki Kebiasaan Baru di Tahun 2021

Pandemi menyebabkan masyarakat melakukan kebiasaan baru, termasuk dalam berkendara, sehingga memerlukan adaptasi agar aman dan nyaman.

Senin, 04 Januari 2021 09:15 Editor : Nazarudin Ray
3 Tips Berkendara Agar Selamat Memasuki Kebiasaan Baru di Tahun 2021
Ilustrasi situasi jalan saat PSBB pertama di Jakarta (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Pandemi telah mengubah kebiasaan orang dalam beraktivitas, termasuk berkendara. Situasi ini pula yang menyebabkan munculnya fenomena weekend driver, atau para pengemudi yang biasanya hanya berkendara di akhir pekan kini menjadi pengendara yang regular atau setiap hari.

Artinya pengendara yang saat ini ada di jalan mempunyai pengalaman berkendara yang tidak sesering pengemudi yang setiap hari berkendara dan melakukan mobilitas jarak menengah dan jauh.

Berdasarkan fenomena tersebut, Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC) memberikan tips agar pengemudi aman berkendara dengan adaptasi kebiasaan baru.

1 dari 3 Halaman

1. Pakai safety belt dengan benar

Tidak sedikit pengendara yang tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara di masa pandemi. Ada pula yang memakainya tidak tepat.

"Pastikan terdengar bunyi 'ceklik' saat kepala safety belt dipasangkan. Selain itu pastikan juga safety belt terpasang dengan rapih, rapat dan rendah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Karena pemasangan safety belt yang benar akan meningkatkan keselamatan berkendara kita sebesar 42 persen," ujar Marcell.

 

2 dari 3 Halaman

2. Waspada bahaya jalan lengang

Menurut National Highway Traffic Safety Administration, NHTSA. Di Amerika pada bulan April tahun ini, jumlah kendaraan di jalan turun 63 persen dibandingkan tahun lalu. Hal itu mengakibatkan jalanan lebih sepi dan banyak orang mengendarai kendaraannya dengan lebih kencang.

Menurut Insurance Business America, setidaknya terjadi peningkatan 30 persen di mana orang-orang mengemudi lebih dari 100 km/jam dalam satu perjalanan.

Kecepatan kendaraan juga perlu diperhatikan. Selain berpengaruh pada jarak berhenti, semakin kencang atau tinggi kecepatan kendaraan pengendara maka memerlukan jarak yang semakin jauh agar kendaraan tersebut dapat berhenti.

Jarak berhenti akan bertambah saat kondisi mengemudi berubah. Begitu juga reaksi dan jarak pengereman saat di jalan kering dan basah akan berbeda.

"Kecepatan akan menambah jarak berhenti. Misalnya pengendara dengan kecepatan 50km/jam masih bisa berhenti tepat waktu ketika akan menabrak sesuatu yang ada pada jarak 35 meter di depannya, dibandingkan dengan pengendara dengan kecepatan 70km/jam dengan jarak yang sama," paparnya.

Situasi jalan lengang di Jakarta

 

3 dari 3 Halaman

3. Kebiasaan baru

Selain memperhatikan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman), pemilik kendaraan harus tetap memperhatikan kesterilan eksterior dan interior dengan mencuci kendaraan secara rutin

Jika aktif di otomotif, Marcell menyarankan untuk meminimalisir kopdar (kopi darat) atau pertemuan langsung berskala besar dan menggantinya dengan pertemuan daring

Memproteksi dan mengalihkan risiko tinggi kendaraan bermotor dengan asuransi perlindungan kendaraan bermotor atau mobil

Terkait asuransi mobil, pada kondisi pandemi seperti saat ini banyak kemungkinan kejahatan yang terjadi akibat menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, banyaknya pengemudi yang ngebut, meningkatkan risiko laka terhadap kendaraan kita saat mengemudi. Karena itu penting untuk memproteksi kendaraan dengan asuransi.

 

BERI KOMENTAR