HOME » BERITA » 3 TIPS BUAT LADY BIKER YANG MAU PAKAI VESPA KLASIK

3 Tips Buat Lady Biker yang Mau Pakai Vespa Klasik

Sabtu, 23 Februari 2019 16:45 Editor : Dini Arining Tyas
Mia Rizkiana yang menjadikan Vespa Klasik Excel sebagai tunggangan harian (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Vespa klasik disukai karena model-modelnya yang unik dari masa ke masa. Perawatannya terbilang mudah bagi yang sudah mengenalnya. Lady biker pun bisa-bisa saja mewujudkan untuk memakai Vespa klasik apalagi kalau memang sudah dari dulu suka dengan motor Italia ini.

Contohnya adalah Mia Rizkiana, gadis asal Tanjung Priok, Jakarta, yang bahkan sehari-hari naik Vespa klasik Excel 150 lansiran 1996.

Gadis Virgo ini setidaknya menyebut tiga hal yang mesti diperhatikan bagi mereka yang ingin naik Vespa, termasuk juga bagi para perempuan. Tips yang pertama kata dia harus ada kemauan.

"Tipsnya jangan takut, pede saja, enggak boleh ragu-ragu. Kalau ragu-ragu, mending jangan lanjutin. Kalau jatuh, pasti wajar. Kalau sudah punya kemauan pasti bisa," kata dia.

Mia Rizkiana yang menjadikan Vespa Klasik Excel sebagai tunggangan harian (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Tips kedua adalah selalu siap sedia. Pasalnya, Vespa terbilang simpel secara perawatan, tetapi hal tersebut juga bersifat khusus.

"Cek dulu sebelum pergi. Oli dan bensin cukup apa enggak. Cek juga tali kopling, perseneling. Harus siap semua. Paling wajib itu kunci busi. Terus obeng kembang, kunci 4, 11, sama 8 buat persneling gigi. Kalau talinya putus, pasti itu digunakan," kata dia.

Mia sendiri belajar otodidak karena awalnya lihat teman. Lalu, ia coba-coba belajar juga. Dengan yakin, maka seorang pengguna Vespa akan menikmati proses perawatan. Buka cuma kesiapan, tetapi juga bagaimana perawatan yang bersifat khas.

"Sebenarnya gampang. Kalau Vespa takaran olinya saja tidak kebanyakan dan kedikitan. Kan ada yang pisah. Ada yang pakai pelampung sama yang langsung. Kalau yang pakai pelampung risikonya oli masuk ke mesin. Kalau yang langsung ya olinya satu tutup setengahlah. Kalau kebanyakan businya bisa hangus. Kurang juga jelek," tutup gadis keturunan Ambon-Jawa ini.

Reporter : Nazarudin Ray

(kpl/nzr/tys)

BERI KOMENTAR