HOME » BERITA » 3 HAL PENYEBAB KECELAKAAN SAAT MUSIM HUJAN

3 Hal Penyebab Kecelakaan Saat Musim Hujan

Berkendara di musim hujan memerlukan kewaspadaan tinggi. Saat berkendara di jalan basah, setidaknya ada 3 hal yang harus dihindari.

Rabu, 13 Januari 2021 16:15 Editor : Nazarudin Ray
3 Hal Penyebab Kecelakaan Saat Musim Hujan
Ilustrasi berkendara di musim hujan (Innova Community)

OTOSIA.COM - Intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia di awal tahun 2021 masih terbilang tinggi. Menurut ramalan BMKG puncak musim hujan terjadi di bulan Januari. Perlu kewaspadaan ekstra saat mengemudi di jalan basah.

Mengontrol kendaraan saat melewati jalan basah tidaklah mudah. Sedikitnya ada '3M' yang harus dihindari saat berkendara di musim hujan sebagaimana disarankan Innova Community dalama acara 'Sekolah Kaki Kanan Innova Community SKS 5 bersama Bridgestone':

1 dari 3 Halaman

1. Mengabaikan kondisi ban

Ban adalah komponen vital bagi kendaraan karena bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Sayangnya banyak pengendara yang abai terhadap komponen satu ini, termasuk tidak memperhatikan tipe ban yang digunakan.

"Kondisi ban harus diperiksa secara rutin. Pastikan telapak ban cukup tebal dan terpompa dengan tekanan angin yang sesuai, agar ban bisa bekerja secara maksimal pada permukaan jalan yang basah, licin atau tergenang air," ujar Fisa Rizqiano, Deputy Head of OE PT Bridgestone Tire Indonesia

Kenali tipe ban yang digunakan, apakah ban AT, MT, HT atau ban semi slick. Pasalnya tiap ban punya daya cengkeram berlainan di jalan yang berbeda.

Selain itu ban juga punya batasan kecepatan maksimun, bisa dilihat dari kode ban yang tercetak di samping ban.

Ban memegang peranan penting saat berkendara di jalan basah (Innova Community)

 

2 dari 3 Halaman

2. Menyetir dengan agresif

Banyak kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh gaya berkendara yang agresif dan gemar menekan pedal gas dalam-dalam.

"Karena saat kecepatan tinggi traksi antara ban dengan jalan yang licin bisa hilang atau berkurang, sehingga menyebabkan efek aquaplanning dan mobil bisa oversteer atau understeer tidak terkendali," kata Marcell kurniawan konsultan safety driving dari Real Driving Course (RDC).

 

3 dari 3 Halaman

3. Menyalakan lampu hazard

Tidak dipungkiri saat ini tidak sedikit pengendara yang masih menyalakan lampu hazard saat berkendara dalam kondisi hujan. Padahal menghidupkan lampu hazard dapat membahayakan pengendara lain karena saat akan manuver ke kiri atau kanan, pengendara lain tidak bisa meilhat sein sehingga berisiko tabrakan.

Sebagai pengganti lampu hazard, cukup nyalakan foglamp dan lampu kecil.

Terakhir, jika kondisi jalan tidak memungkinan, seperti hujan sangat lebat atau jalan banjir, sebaiknya tidak memaksakan berkendara. Lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman, sambil menunggu kondisi cuaca membaik.

 

 

BERI KOMENTAR