HOME » BERITA » 4 CARA MERAWAT BAN MOBIL JADI AWET

4 Cara Merawat Ban Mobil Jadi Awet

Selain memperhatikan tekanan angin, ada beberapa cara merawat ban mobil agar tetap prima, diantaranya membersihkan krikil dari tapak ban dan memastikan tutup pentil masih baik.

Senin, 05 Oktober 2020 14:15 Editor : Nazarudin Ray
4 Cara Merawat Ban Mobil Jadi Awet
Ilustrasi ban melewati jalan berkerikil (carthrottle.com)

OTOSIA.COM - Pemerintah provinsi DKI Jakarta telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid kedua sejak pertengahan September lalu. Aturan ini mendorong masyarakat kembali mengurangi aktivitasnya di luar.

Sementara bagi para pengendara yang bekerja dan beraktivitas dari rumah, kendaraan bermotor saat ini mungkin lebih sering terparkir di garasi dan hanya dikeluarkan apabila ada keperluan yang mendesak saja.

Jika mobil atau sepeda motor yang jarang digunakan tetap butuh perawatan, begitu juga dengan ban. Komponen satu ini juga harus sering-sering dicek. Jangan dibiarkan bertumpu pada satu titik terlalu lama dan kempes karena akan mempengaruhi bentuk ban.

Tekanan angin merupakan faktor penting untuk menjaga agar kondisi ban tetap dalam kondisi baik walaupun kendaraan tidak dipakai dalam jangka waktu lama.

"Kurang mengisi angin atau mengisi secara berlebih, dapat mengakibatkan ban aus lebih cepat, mengurangi cengkeraman, dan menjadikan lebih boros bahan bakar," kata Mochammad Fachrul Rozi, Customer Engineering Support Michelin Indonesia.

Rozi menyarankan untuk secara rutin memeriksa tekanan ban (tire pressrure), termasuk ban cadangannya. Waktu yang disarankan adalah setiap bulan sekali. Alasannya, meskipun tidak ada kerusaan yang terlihat di permukaan, ban bisa kehilangan tekanan udara hingga 1 psi (pound per inci persegi) setiap bulan.

"Hal ini dapat dipercepat oleh kebocoran udara karena kebocoran yang tidak disengaja, kebocoran pada katup atau tutup katup, atau kerusakan roda," ungkapnya.

Rozi menyebutkan, selain mengecek tekanan angin, sedikitnya ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam merawat ban. Ketiga hal tersebut adalah:

1 dari 3 Halaman

Kelayakan ban

Usai mengecek tekanan angin, pastikan juga kelayakan tapak ban. Agar dapat mencengkeram secara efektif, menghalau air, dan mempertahankan kendali kendaraan, ban harus masih memiliki alur tapak (tread) yang aman.

Jika alur pada permukaan ban sudah menipis atau hampir hilang, ban tidak dapat secara maksimal mencengkeram jalan. Hal ini dapat membahayakan terutama dalam kondisi jalan basah atau hujan.

Pengendara disarankan memeriksa keausan ban secara teratur. Caranya dengan memeriksa indikator keausan atau kedalaman tapak ban. Misalnya memastikan mobil dalam posisi rem tangan aktif dan berada pada gigi satu (untuk jenis kendaraan dengan gearbox manual) atau parkir (untuk kendaraan jenis otomatis).

"Cara lain, periksa kedalaman alur tapak utama di beberapa tempat di sekitar dan di sekitar ban, menggunakan pengukur seperti yang diinstruksikan oleh produsen kendaraan. Maksimum sisa alur yang direkomendasikan adalah 1.6 mm ? harus menggunakan alat pengukuran, serta periksa indikator keausan tapak atau tread wear indicator," imbuhnya.

 

2 dari 3 Halaman

Membersihkan batu kerikil

Fasilitas jalan yang tidak baik di Indonesia kerap menyisakan kerikil pada ban. Kerikil kecil terselip di tapak ban seringkali tidak diperhatikan oleh pengendara. Walaupun sekilas tak terlihat berbahaya, kerikil yang terselip pada tapak ban dapat merusak ban serta membahayakan pengendara, terlebih jika ban punya pola halus atau rapat.

"Pola kembang pada ban dirancang untuk membuang air pada bagian tengah ban sehingga daya cengkeram ban di jalan basah akan meningkat. Kerikil yang bersarang pada tapak ban dapat melukai ban dan membuat korosi timbul pada serat baja di dalam ban," paparnya.

Selain itu batu kerikil yang menempel akan terus tertekan ke dalam tapak ban dan menekan permukaan secara terus menerus saat roda berputar. Bila sudah demikian, lapisan ban akan rusak dan pastinya umur ban juga akan berpengaruh cenderung lebih singkat.

"Apalagi kalau batu yang bentuknya runcing dan tajam dapat membuat tapak ban mudah sobek karena batu yang terus menempel di alur ban. Ketika pengendara menginspeksi ban, pastikan untuk mengecek alur ban dan membersihkan dari batu yang tersangkut pada alur," sarannya lagi.

 

3 dari 3 Halaman

Kelayakan tutup pentil ban

Benda yang satu ini kerap diangggap sepele oleh pemilik kendaraan. Padahal menurut Rozi, penutup pentil (katup angin) pada ban memiliki peranan penting untuk menjaga kelayakan ban dengan memastikan tekanan ban yang tepat terjaga, menghalangi kelembaban masuk ke ban, menjaga tekanan dan membantu menghalangi partikel debu yang dapat menutup pentil atau katup angin.

Seiring dengan waktu, tutup pentil dapat mengalami penuaan dan kerusakan. Saat mengecek ban, pengendara juga dapat sekaligus melihat apakah katup angin masih dalam kondisi yang baik dan tidak terdapat kerusakan atau kebocoran untuk memastikan kelayakannya.

 

BERI KOMENTAR