HOME » BERITA » 4 CARA TEPAT DAN AMAN MELAKUKAN JUMPER AKI

4 Cara Tepat dan Aman Melakukan Jumper Aki

Jumper bisa dibilang sebagai pertolongan pertama ketika aki soak. Namun prosesnya perlu memperhatikan beberapa hal agar tepat dan aman

Sabtu, 19 Desember 2020 18:15 Editor : Nazarudin Ray
4 Cara Tepat dan Aman Melakukan Jumper Aki
Ilustrasi jumper aki tekor (Istimewa)

OTOSIA.COM - Ketika mobil karburator tidak bisa menyala, salah satu cara untuk menghidupkan kembali adalah dengan mendorongnya. Tapi lain halnya jika mobil sudah bermesin injeksi, terutama jika akinya sudah soak.

Lantaran di masa pandemi dan berlanjut dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), banyak kendaraan yang jarang digunakan. Akibatnya aki menjadi lemah alias tekor

"Ketika aki tidak lagi mampu menghidupkan mesin dan kelistrikan pada mobil, maka solusi yang paling cepat adalah dengan melakukan jumper aki. Atau teknik mengalirkan listrik dari aki lain yang masih bagus, ke aki mobil yang bermasalah," jelas Boediarto, Head of After Sales & CS Operation Group PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Bisa dibilang jumper merupakan pertolongan pertama ketika aki mobil tekor, terutama dalam kondisi darurat. Setidaknya mobil masih dapat dihidupkan untuk menuju ke bengkel atau tempat yang dituju.

Namun tidak sedikit pemilik mobil yang tak mengerti cara jumper aki yang tepat dan aman. Berikut adalah cara dan persiapan melakukan jumper aki:

1 dari 6 Halaman

Kabel khusus

Pastikan memakai kabel khusus jumper

Kabel khusus memang sangat diperlukan untuk melakukan jumper aki. Pasalnya, arus listrik pada saat menyalakan mobil sangat tinggi sehingga harus menggunakan kabel dengan kapasitas besar. Kabel khusus jumper mudah ditemui di pasaran.

2 dari 6 Halaman

Kapasitas aki besar

Berikutnya adalah menggunakan mobil dengan kapasitas aki sama atau lebih besar dari mobil yang Otolovers gunakan. Yang harus diperhatikan adalah voltase harus sama, misalnya 12 volt.

3 dari 6 Halaman

Posisi mobil berdekatan

Ketika ingin melakukan jumper, pastikan posisi kedua mobil dekat hingga kabel jumper bisa menjangkau masing-masing aki, karena umumnya kabel jumper tidak terlalu panjang.

"Anda bisa mengatur posisi mobil berhadapan atau bisa juga bersamping-sampingan. Pastikan juga posisi kedua mobil dalam kondisi aman dengan rem parkir aktif, jika mobil matik, posisikan tuas transmisi di ?P? sementara untuk transmisi manual di posisi netral," terangnya.

4 dari 6 Halaman

Menghubungkan kabel jumper

Pastikan posisi terminal kutup tidak salah

Usai memastikan kondisi mesin mobil tidak menyala, jangan lupa perhatikan dengan teliti posisi kutub terminal positif dan negatif dari kedua aki tersebut.

Biasanya, dua kutub terminal aki masing-masing ditandai dengan lambang positif (+) dan negatif (-), tanda lain juga terdapat pada penutup warna merah di kutub positif.

"Kalau kutub terminal baterai kotor, agar dibersihkan terlebih dahulu dengan kain lap," imbunya.

5 dari 6 Halaman

Selanjutnya menghubungkan penjepit kabel jumper berwarna merah ke kutub positif (+) aki yang normal (mobil A). Lalu sambungkan penjepit kabel jumper warna merah lainnya pada kutub aki positif (+) yang bermasalah (mobil B). Kemudian pasang kabel jumper negatif ke kutub negatif (-) aki mobil A dan pasang sisi satunya ke kutub negatif (-) aki mobil B.

Setelah itu nyalakan mesin mobil A. Dalam kondisi mesin mobil A menyala, kemudian baru coba nyalakan mesin mobil B. Setelah menyala, biarkan mesin menyala selama beberapa menit untuk mengisi tenaga pada aki yang soak. 

"Untuk melepaskan kabel jumper saat mobil menyala harus secara hati-hati dengan urutan lepas kabel negatif mobil B, kemudian lepas kabel negatif mobil A," terangnya.

6 dari 6 Halaman

Jika sudah menyala cek lebih lanjut dan ganti aki baru

Kemudian lepas kabel positif dengan urutan yang sama seperti kabel negatif tersebut. Jika mesin mobil masih tidak bisa menyala atau tidak ada reaksi sama sekali, coba diamkan dulu selama beberapa saat agar proses pengisian tenaga menjadi lebih banyak.

"Harus diingat jika langkah untuk menjumper aki ini adalah saat darurat," imbuhnya.

Jika dengan cara di atas mobil tidak bisa hidup, dianjurkan untuk menghubungi bengkel resmi terdekat. Sebaliknya, jika mobil telah hidup, ada baiknya dicek lebih lanjut atau melakukan penggantian aki baru.

BERI KOMENTAR