HOME » BERITA » 40 NEGARA SETUJUI ATURAN TERKAIT ADVANCED EMERGENCY BRAKING SYSTEM (AEB)

40 Negara Setujui Aturan Terkait Advanced Emergency Braking system (AEB)

Baru-baru ini 40 negara yang dipimpin oleh Jepang dan Uni Emirat Arab telah mengajukan permohonan terkait penerapan Advanced Emergency Braking system (AEB) pada mobil-mobil baru dan kendaraan komersial ringan agar segera diterapkan pada tahun depan.

Senin, 18 Februari 2019 13:45 Editor : Ahmad Muzaki
Advanced Emergency Braking System (Carscoops)

OTOSIA.COM - Baru-baru ini 40 negara yang dipimpin oleh Jepang dan Uni Emirat Arab telah mengajukan permohonan terkait penerapan Advanced Emergency Braking system (AEB) pada mobil-mobil baru dan kendaraan komersial ringan agar segera diterapkan pada tahun depan.

Dilansir dari Carscoops, tujuan dari aturan tersebut yaitu untuk meningkatkan keselamatan berkendara di jalan raya. Sayangnya, ada 3 negara yang mungkin akan lebih mengutamakan menggunakan aturan yang telah mereka buat sendiri. Ketiga negara tersebut yaitu Amerika Serikat, China dan India.

Tercatat pada 2016 lalu, dari 9.500 angka kematian yang terjadi di Uni Eropa, 38% diantaranya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas di jalan raya. 50% mayoritas korban tewas dari kecelakaan di jalan raya menimpa sang pengemudi. Sedangkan, untuk pejalan kaki sebesar 40%.

Menurut sebuah studi dari EuroNcap dan Australasian NCAP menyatakan bahwa dengan penggunaan sistem AEB berdampak terhadap penurunan angka kecelakaan hingga 38%. Komisi Eropa juga memprediksi bahwa dengan kehadiran sistem ini dapat menyelamatkan lebih dari 1.000 nyawa setiap tahunnya di Uni Eropa.

Sementara itu, Amerika Serikat telah memberlakukan "persyaratan yang ketat dan selaras secara internasional" untuk menggunakan sistem AEB pada kecepatan rendah yaitu di kisaran 60 km/jam.

Di Amerika Serikat, aturan ini berlaku untuk mobil yang saat ini sedang masa produksi atau masih berbentuk prototipe agar ke depannya tidak perlu lagi memperbaiki untuk memasang fitur tersebut.

Untuk sementara ini, rancangan peraturan tersebut sudah mendapat lampu hijau dan disetujui oleh Partai Kerja untuk Kendaraan Otomatis/Otonomi dan terhubung (GRVA) di Forum Dunia UNECE. Diharapkan, aturan ini segera disetujui agar para produsen mobil dapat segera mengadopsi fitur ini pada kendaraan terbaru mereka semua.

Harapannya peraturan ini akan mulai diberlakukan pada awal 2020 mendatang,

Untuk Amerika Serikat, mereka telah memiliki perjanjian dengan 20 produsen mobil yang menyatakan bahwa setiap kendaraan baru harus memiliki sistem AEB pada September 2022. Diketahui ada 4 merek mobil yaitu Tesla, Mercedes-Benz, Toyota dan Volvo yang sudah menjadikan aturan ini sebagai suatu fitur standar dari mobil mereka.

(kpl/ikb/ahm)

BERI KOMENTAR