HOME » BERITA » 45 ORGANISASI HAK ASASI MANUSIA MINTA LEWIS HAMILTON BOIKOT F1 GP SAUDI ARABIA

45 Organisasi Hak Asasi Manusia Minta Lewis Hamilton Boikot F1 GP Saudi Arabia

Organisasi Hak Asasi Manusia meminta Lewis Hamilton untuk mendukung kampanye mereka yang menyuaraka tentang pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi. Hamilton diminta untuk memboikot gelaran F1 GP Saudi Arabia di Jeddah.

Sabtu, 27 Februari 2021 08:15 Editor : Dini Arining Tyas
45 Organisasi Hak Asasi Manusia Minta Lewis Hamilton Boikot F1 GP Saudi Arabia
Lewis Hamilton saat menyuarakan kampanye BLM (The Sun)

OTOSIA.COM - Juara Dunia balap Formula 1 (F1) Lewis Hamilton memang cukup vokal untuk hal-hal sosial. Seperti saat kampanye Black Lives Matter dan semacam kampanye anti-rasisme.

Sepanjang musim 2020, Hamilton tampak tak berhenti untuk menyuarakan hal itu. Sebelumnya, Hamilton juga sempat mengungkapkan keprihatinan terhadap para korban penyiksaan Bahrain sebelum Grand Prix Bahraintahun lalu.

Dilansir dari Carscoops, setidaknya ada 45 organisasi dari seluruh dunia meminta Hamilton untuk menyuarakan pelanggaran hak asasi manusia Arab Saudi. Mereka meminta Hamilton untuk memboikot F1 GP Saudi Arabia di Jeddah.

1 dari 2 Halaman

Organisasi kemanusiaan itu termasuk Codepink, Alliance for Global Justice, Americans for Democracy & Human Rights in Bahrain, dan International Service for Human Rights. Mereka sudah mengirim surat kepada Hamilton terkait hal ini.

"Hamilton telah berkali-kali menunjukkan bahwa dia sangat peduli pada orang-orang di seluruh dunia. Saya berharap dia bisa berdampingan bersama pembela hak asasi manusia Saudi seperti Loujain AlHathloul. Pembalap Formula 1 paling bergengsi dalam sejarah olahraga yang menuntut kebebasan bagi aktivis dan keadilan bagi Yaman pasti akan berbicara banyak kepada dunia," kata Koordinator Kampanye Yaman untuk Codepink, Danaka Katovich.

Dalam surat tersebut, organisasi itu berbicara tentang penahanan dan perlakuan terhadap aktivis hak-hak perempuan seperti Loujain AlHathloul serta pembunuhan brutal jurnalis Jamal Khashoggi apda Oktober 2019 lalu.

2 dari 2 Halaman

Mereka juga menguraikan bagaimana para pemimpin Arab Saudi mengobarkan perang di Yaman yang disebut PBB krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

"Sebagai organisasi yang sangat peduli dengan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh kerajaan Arab Saudi, kami meminta Anda untk mempertimbangkan kembali partisipasi Anda dalam kompetisi mendatang yang diselenggarakan di Arab Saudi pada tahun 2021. Jika ini tidak memungkinkan karena komitmen sebelumnya, kami meminta Anda membuat pernyataan pada balapan ini," begitu tertulis dalam surat.

BERI KOMENTAR