HOME » BERITA » 5 CARA MENGATASI MOTOR YANG MENDADAK OVERHEAT SAAT TOURING

5 Cara Mengatasi Motor yang Mendadak Overheat saat Touring

Kamis, 06 Desember 2018 00:01 Editor : Iwan Tantomi
Shutterstock

OTOSIA.COM - Bagi anak motor, touring jadi hal asyik yang tak bisa dipisahkan sebagai hobi. Apalagi jika sedang meliburkan diri dari kegiatan atau cuti dari pekerjaan, touring menjadi salah satu hiburan yang cukup menyenangkan. Tak heran dengan keseruan touring ini, semakin banyak masyarakat, khususnya generasi milenial yang tertarik gabung, atau bahkan bikin klub atau komunitas motor.

Meski terdengar keren dan menyenangkan, bukan berarti touring tak memiliki tantangan. Dari medan yang terjal, jarak tempuh yang berliku, hingga rute berliku perlu ditakhlukkan oleh setiap pemotor selama touring. Dari sisi kendaraan, kendala pun juga siap menanti. Salah satunya yang paling sering terjadi adalah masalah overheat pada motor.

Tak perlu panik, jika hal tersebut terpaksa kamu alami selama touring. Dengan tenang, cobalah atasi masalah motor yang mendadak overheat dengan langkah-langkah berikut ini.

Pinggirkan Motor Lebih Dulu

Ketika overheat terjadi, segera putar kunci kontak untuk mematikan motor terlebih dahulu. Kemudian bawa motor ke tepi jalan, agar tidak mengganggu laju lalu lintas di jalan. Cari tempat yang nyaman, atau setidaknya cukup teduh, supaya dapat mengurangi overheat pada mesin motor secara alami. Apabila terjadi di malam hari, pastikan untuk berhenti di tempat yang aman. Jangan lupa untuk memberi tahu rekan touring, agar dapat ditunggu.

Periksa Mesin Motor

Setelah menemukan tempat yang pas, mulai untuk memeriksa mesin motor. Pastikan mesin motor masih aktif atau tidak. Sebab, pada beberapa kasus overheat ada yang menyebabkan mesin mati total, ada pula yang membuat mesin aktif, tetapi motor tidak bisa jalan. Saat hal ini terjadi. Kamu bisa bertanya ke rekan-rekan touring yang lebih paham untuk memastikan kendala ini.

Cek Piston Motor

Salah satu komponen yang perlu diperiksa saat terjadi overheat pada motor adalah piston. Bisa jadi, posisi piston dalam silinder terlalu rapat sehingga membuat seker dan piston tidak leluasa beroperasi. Akibatnya saluran pelumasan oli jadi terhambat dan membuat mesin jadi cepat panas.

Biarkan Mesin Dingin Dulu

Setelah tahu pasti terjadi masalah pada piston motor, biarkan mesin motor untuk diam secara alami dulu selama beberapa waktu. Sebab, memaksa motor untuk tetap menyala dalam kondisi overheat justru berisiko merusak blok mesin. Kendati tampak menyebalkan, tetapi kamu tak perlu khawatir berlebihan, karena masalah overheat sebenarnya hal yang biasa terjadi. Rekan-rekan touring pun biasanya akan saling memahami.

Berikan Cairan Pendingin untuk Radiator Motor

Untuk motor yang menggunakan sistem pendingin radiator jangan lupa berikan cairan pendingin untuk radiator motor. Tapi sebelum dimasukkan pastikan mesin dalam keadaan dingin sepenuhnya. Meski begitu, jangan memberikan cairan sembarangan. Untuk menjaga mesin tetap awet dan tak lagi mengalami overheat, kamu bisa memilih cairan pendingin motor yang tentu sudah terjamin kualitasnya, seperti Yamalube Yamacoolant.

Bukan tanpa alasan, Yamalube Yamacoolant punya beberapa keunggulan yang bagus untuk mesin motor. Pertama, produk ini bisa digunakan untuk semua jenis motor yang menggunakan pendingin mesin cair atau radiator. Kemudian, produk Yamacoolant juga dibuat dengan perbandingan 40% konsentrat dan 60% air.

Kelebihan lainnya, produk Yamalube Yamacoolant ini tidak mudah menggumpal di suhu rendah (anti-freeze) dan tidak membuat karat pada komponen radiator (anti-rust). Kini dengan volume baru yang lebih ekonomis, Yamalube Yamacoolant bisa dipilih anak motor dari berbagai kalangan, baik pekerja maupun pelajar. Pengeluaran pun bisa lebih hemat, dan bisa dialokasikan untuk touring berikutnya, bukan? Info selengkapnya tentang produk jagoan ini bisa dicek di sini.

(kly/tmi)