HOME » BERITA » 5 FAKTA INSIDEN VIRAL MOBIL DAMKAR VS AVANZA DI GUNUNGKIDUL

5 Fakta Insiden Viral Mobil Damkar vs Avanza di Gunungkidul

Berikut ini 5 fakta di balik kecelakaan viral antara mobil damkar dengan Avanza di Gunungkidul

Selasa, 18 Mei 2021 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
5 Fakta Insiden Viral Mobil Damkar vs Avanza di Gunungkidul
Ilustrasi kecelakaan (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Insiden saling senggol antara Toyota Avanza dengan mobil pemadam kebakaran viral di media sosial. Kejadian tersebut diketahui terjadi di Gunungkidul pada Jumat (14/5/2021) lalu.

Usai viral di medsos, pihak kepolisian kemudian mempertemukan pengemudi Avanza B 1642 KIM yang dikemudikan Ahmad Ngirfani (26), warga Jetis, Sleman dengan pihak pemadam kebakaran. Tak hanya itu, polisi juga menghadirkan pihak TNI karena pengemudi Avanza mengaku memiliki "backing" seorang perwira tinggi.

Namun kedua belah pihak memilih menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. Pihak mobil pemadam kebakaran bersedia memberikan ganti rugi sebesar Rp130 ribu kepada pengemudi Avanza.

Namun pengemudi Avanza menolak uang ganti rugi sebesar itu. Dia menerangkan, setelah dihitung-hitung lagi, kerugian atas kerusakan mobilnya mencapai lebih dari Rp1 juta.

Lalu bagaimana penyelesaian dari kasus kecelakaan yang pelik itu?

1 dari 5 Halaman

Kronologi Kasus

Galih, kakak dari pengemudi mobil itu, mengatakan saat peristiwa itu terjadi, dia berada di depan mobil Avanza milik adiknya. Saat itu, dia dan adiknya yang tergabung dalam iringan 5 rombongan mobil hendak berbelok ke arah kanan menuju sebuah warung makan. Galih berada di urutan nomor empat dan adiknya berada di urutan terakhir.

Saat lampu sen mobil paling depan sudah menyala sebagai tanda akan berbelok, mobil tersebut urung berbelok karena harus menunggu iring-iringan mobil pemadam kebakaran beserta ambulans. Saat itulah Galih dan adiknya mengaku tidak mendengar suara sirine mobil kebakaran itu. Galih mengaku tidak sedang membunyikan musik di dalam mobil.

Sementara itu, Ahmad Ngirfani juga mengaku sudah berhenti di lajur kiri dan tidak menjorok ke jalur berlawanan. Dia mengaku heran kenapa masih terserempet mobil pemadam kebakaran.

?Kami sudah berhenti di sebelah kiri bahkan tidak ke tengah tapi condong ke kiri. Tetapi masih tersenggol,? kata Ahmad dikutip dari Liputan6.com pada Senin (17/5).

2 dari 5 Halaman

Sudah Menjalankan Prosedur

Sementara itu, Jarwan, sang pengemudi mobil pemadam kebakaran, mengaku sudah menjalankan prosedur ketika mengemudi dalam kendaraan darurat. Tak hanya sirine yang dibunyikan, ia juga sudah menyalakan lampu utama, lampu rotary, dan lampu kedip kiri kanan.

Jarwan mengaku harus mengambil lajur kanan karena sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dalam keadaan darurat mengejar sampai lokasi kebakaran. Namun kebetulan saat itu di lajur tersebut ada lima mobil berjejer menuju sebuah warung makan.

?Jarak 20 meter sebelum melewati rombongan itu saya memang sudah mengambil lajur kanan untuk menyalip. Dari depan arah berlawanan sudah berhenti karena mendengar sirine kami. Saya malah tidak tahu kalau telah menyerempet,? kata Jarwan dikutip dari Liputan6.com.

3 dari 5 Halaman

Backing Perwira TNI

Saat cekcok insiden tersebut, Galih mengatakan bahwa ibunya spontan menyebut sosok P yang merupakan perwira tinggi TNI. Kini, perwira itu bekerja di Korem 072/ PMK Yogyakarta. Namun Galih mengatakan, sebenarnya perwira tersebut tidak mem-backing keluarganya dalam kasus tersebut.

?Saya sebenarnya tidak begitu tahu sosok pak P ini. Mungkin karena ibu saya bekerja sebagai PNS di sana,? kata Galih.

4 dari 5 Halaman

Telat Bayar Pajak

Fakta lainnya yang terungkap dalam peristiwa itu adalah soal mobil Avanza B 1642 KIM yang dikemudikan Ahmad Ngirfani ternyata telat membayar pajak. Mengenai hal tersebut, Ahmad sebenarnya berencana balik nama mobil tersebut atas namanya sendiri. Namun karena kreditnya belum lunas, maka dia memprioritaskan untuk membayar cicilannya terlebih dahulu.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus mengatakan bahwa pihaknya baru melihat kalau mobil tersebut telat membayar pajak dari unggahan warganet. Namun pihaknya tidak bisa serta merta menilang kendaraan tersebut jika tidak ada operasi patuh.

5 dari 5 Halaman

Penyelesaian Kasus

Menanggapi kerugian yang diperkirakan mencapai Rp1 juta, pihak pengemudi mobil pemadam kebakaran tidak bersedia jika harus membayar sebesar biaya yang disebutkan. Agar terjadi titik temu, maka kesepakatan ganti rugi adalah sebesar 50 persen dari total kerugian. Kedua belah pihak sepakat atas jumlah uang sebesar Rp500 ribu sebagai biaya kerugian.

Bahkan pihak kepolisian berniat untuk membantu mengganti kaca spion mobil Avanza. Alasan kemanusiaan menjadi dasar atas keputusan ini, terlebih lagi petugas pemadam kebakaran hanya menjalankan kewajibannya.

?Jadi kita malah memberikan spion baru,? kata Kanit Laka Lantas Polres Gunungkidul, Ipda Anton Prasetya, dikutip dari Liputan6.com.

Penulis: Shani Rasyid

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR