HOME » BERITA » 5 HAL YANG MEMBUAT GARANSI MOBIL ANDA GUGUR

5 Hal yang Membuat Garansi Mobil Anda Gugur

Ada lima hal yang membuat garansi mobil gugur, diantaranya pemakaian part non genuine, modifikasi, dan tidak servis di bengkel resmi.

Jum'at, 28 Agustus 2020 07:15 Editor : Nazarudin Ray
5 Hal yang Membuat Garansi Mobil Anda Gugur
Ilustrasi bengkel resmi Suzuki (Istimewa)

OTOSIA.COM - Membeli mobil baru mungkin menjadi impian sebagian banyak orang. Namun bagaimana jadinya mobil yang telah dibeli mengalami kerusakan akibat kesalahan sendiri? Salah-salah garansi bisa gugur akibat ketidaktahuan pemilik mobil soal jaminan yang diberikan produsen kendaraan.

Agen Pemegang Merek (APM) selalu meberikan jaminan kualitas terhadap produk-produk yang dijualnya dengan memberikan garansi pemakaian atau berdasarkan jarak tempuh kilometer.

Suzuki misalnya, memberikan garansi pemakaian hingga 36 bulan atau jarak tempuh 100.000 km. Jaminan tersebut berlaku apabila melakukan perawatan berkala di bengkel resmi Suzuki.

1 dari 6 Halaman

Tapi hatI-hati, jangan sampai garansi gugur sehingga tidak bisa diklaim oleh konsumen. Menurut Yulianto, Head of 4W Service Administration PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), setidaknya ada 5 hal yang tidak dapat ditanggung oleh garansi resmi.

Kelima hal yang menggugurkan garansi adalah sebagai berikut:

 

2 dari 6 Halaman

1. Tidak melakukan perawatan berkala di bengkel resmi

APM selalu menyarankan agar konsumen melakukan perawatan di bengkel resmi ketika masa garansi belum habis. Pasalnya item pengerjaan yang dilakukan di bengkel resmi sesuai standar dan prosedur.

Selain itu, dengan melakukan perawatan berkala di bengkel resmi, potensi kerusakan lebih dini terdeteksi sehingga bisa dilakukan perbaikan dengan tepat. Untuk itu, konsumen sangat disarankan membaca secara teliti Buku Pedoman dan prosedur garansi.

"Garansi resmi bisa hangus karena konsumen tidak melakukan perawatan berkala di bengkel resmi, atau kendaraan rusak karena pemakaian yang tidak sesuai Buku Petunjuk," terang Yulianto.

 

3 dari 6 Halaman

2. Kerusakan yang disebabkan sukucadang non original

Dalam hal ini Suzuki tidak menanggung kerusakan yang diakibatkan oleh pengunaan onderdil non genuine, serta melakukan modifikasi di luar standar.

"Ada kalanya konsumen ingin memodifikasi kendaraan dengan menambahkan aksesori atau mengganti suku cadang tidak resmi. Padahal hal ini bisa menggugurkan garansi," jelasnya.

Begitu juga perubahan pada mesin, bodi, parts, kelistrikan, nomor rangka dan mesin atau hal lainnya yang tidak sesuai standar. Terlebih penggantian dilakukan di luar bengkel resmi, dipastikan garansi akan hilang.

 

4 dari 6 Halaman

3. Kerusakan akibat kecelakaan atau bencana alam

Pada kasus ini, produsen mobil tidak memberikan jaminan garansi. Kecelakaan atau bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan sebagainya garansi tidak bisa diklaim.

"Kendaraan yang mengalami aus atau rusak di permukaan cat karena benturan kerikil atau tergores baret juga tidak bisa diklaim," ungkap Yulianto.

 

5 dari 6 Halaman

4. Pemakaian tidak sesuai spesifikasi

Berkutnya yang berpotensi menghilangkan garansi adalah penggunaan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, kapasitas, dan kecepatan. Pengalihan fungsi kendaraan pun bisa menghanguskan garansi resmi karena tidak sesuai dengan peruntukan awal.

 

6 dari 6 Halaman

5. Onderdil habis karena pemakaian

Suku cadang akan habis seriring pemakaian. Hal ini tidak diberikan garasi. Onderdil akan habis karena pemakaian, seperti busi, saringan udara, ban, oli mesin, filter oli, V-belt atau Drive belt, dan lain-lain sebagainya.

"Agar garansi tidak gugur, sebaiknya konsumen membaca lagi Buku Pedoman dan Kartu Garansi secara cermat sehingga bisa melindungi kendaraan dengan lebih baik," imbuhnya.

 

BERI KOMENTAR