HOME » BERITA » 5 POTRET MEMPRIHATINKAN KONDISI JALUR EVAKUASI DI LERENG MERAPI

5 Potret Memprihatinkan Kondisi Jalur Evakuasi di Lereng Merapi

Warga yang tinggal di radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi mulai diungsikan. Upaya itu menyusul status Gunung Merapi yang menjadi siaga.

Kamis, 12 November 2020 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
5 Potret Memprihatinkan Kondisi Jalur Evakuasi di Lereng Merapi
Jalur evakuasi di lereng Gunung Merapi (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Status Gunung Merapi dinaikkan menjadi siaga sejak Kamis (5/11/2020) lalu. Warga yang tinggal di radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi pun mulai dievakuasi.

Untuk mengakomodir, posko-posko pengungsian pun didirikan. Tak lupa, penempatan ruang pada posko itu memperhatikan protokol kesehatan agar Virus Corona tidak menyebar di tempat pengungsian.

Sementara itu, warga yang masih tinggal di rumah sudah diimbau untuk mempersiapkan diri. Barang-barang berharga seperti surat-surat administratif sudah dijadikan satu dalam sebuah tas agar ketika Merapi meletus secara mendadak, berkas-berkas itu mudah untuk diselamatkan.

Hal lain yang menjadi perhatian, jalur-jalur yang nantinya digunakan untuk evakuasi kondisinya justru memprihatinkan. Khususnya jalur evakuasi yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Begini kondisi jalur-jalur evakuasi tersebut:

1 dari 5 Halaman

Kondisi Memprihatinkan

5 Potret Memprihatinkan Kondisi Jalur Evakuasi di Lereng MerapiKondisi Memprihatinkan

Dilansir dari Liputan6.com pada Senin (9/11/2020), dalam sebuah video tampak kondisi jalan yang nantinya akan digunakan untuk proses evakuasi warga kondisinya sangat memprihatinkan. Selain menjadi jalur evakuasi, jalan-jalan tersebut juga menjadi roda ekonomi masyarakat. Karena hal ini warga meminta agar pemerintah setempat turun tangan.

2 dari 5 Halaman

Sering Dilalui Truk

5 Potret Memprihatinkan Kondisi Jalur Evakuasi di Lereng MerapiSering Dilalui Truk

Dalam video itu tampak banyak bagian jalan yang berlubang dan berbatu. Bahkan di beberapa titik jalanan itu dipasang bendera sebagai pengingat bagi pengendara yang melewati tempat tersebut. Jalanan itu pula sering dilalui truk penambang pasir Merapi.

3 dari 5 Halaman

Pengendara Harus Berhati-hati

Karena rusaknya jalan tersebut, para pengendara yang melewati tempat itu harus berhati-hati. Mereka disarankan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. 

4 dari 5 Halaman

Pengungsi Terus Bertambah

5 Potret Memprihatinkan Kondisi Jalur Evakuasi di Lereng MerapiPengungsi Terus Bertambah

Sementara itu hingga Rabu (11/11/2020), pengungsi erupsi Merapi terus bertambah menjadi 203 orang. Mereka ditampung di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan.

Para pengungsi yang baru datang sebenarnya bukanlah kelompok rentan yang wajib mengungsi. Namun mereka ikut mengungsi untuk menemani kakek/neneknya, anaknya, atau penduduk dewasa lain yang merasa khawatir karena punya trauma akan erupsi 2010. 

5 dari 5 Halaman

Butuh Masker Medis

5 Potret Memprihatinkan Kondisi Jalur Evakuasi di Lereng MerapiButuh Masker Medis

Walaupun kebutuhan logistik terpenuhi, para pengungsi di Glagaharjo butuh lebih banyak masker medis karena banyak lansia yang kesulitan untuk mencuci masker kain. Setiap tiga jam sekali, masker kain harus dicuci dan hal inilah yang merepotkan para lansia itu. Oleh karena itu, penggunaan masker medis yang sekali pakai itu justru dinilai lebih efektif pada para lansia.

"Masker kain paling lama tiga jam harus ganti, kemudian harus sering dicuci itu menurut kami sangat merepotkan pengungsi terutama simbah-simbah makanya harapan kami setiap pagi harus disediakan masker medis," kata Camat Cangkringan, Pramono, dikutip dari ANTARA pada Rabu (11/11/2020).

Penulis: Shani Rasyid

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR