HOME » BERITA » 5 TIPS BERKENDARA MOTOR SAAT BERPUASA

5 Tips Berkendara Motor Saat Berpuasa

Berkendara dengan sepeda motor di saat berpuasa juga memerlukan perhatian khusus agar konsentrasi berkendara tetap terjaga.

Selasa, 14 Mei 2019 19:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi naik motor (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Bulan ramadan tidak menghalangi umat muslim untuk tetap melaksanakan aktivitas sehari-hari kendati berpuasa. Tidak mudah memang berkendara dalam keadaan lapar dan haus, namun kesabaran tetap harus dijaga.

Berkendara dengan sepeda motor di saat berpuasa juga memerlukan perhatian khusus agar konsentrasi berkendara tetap terjaga. Dan kali ini PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan beberapa langkah naik motor saat ramadan.

Persiapan sejak sahur

Pertama adalah persiapan perjalanan atau smart riding. Persiapan dimulai sejak sahur dengan memilih asupan bernutrisi tinggi, seperti sayur mayor dan buah-buahan.

"Perbanyaklah mengkonsumsi air putih saat sahur untuk mencegah terjadinya dehidrasi tubuh saat berkendara di terik panas matahari," buka Johanes Lucky selaku Instuktur Safety Riding AHM.

Tentu saja hal mendasar lainnya yang dipersiapkan demi keselamatan dan keamanan adalah jaket, helm dan sarung tangan serta membawa kelengkapan surat berkendara.

Rute perjalanan

Agar perjalanan menjadi efisien, pengendara dapat menggunakan aplikasi Peta Digital (GPS) untuk melihat situasi perjalanan dan memilih jalur alternatif yang tepat dan aman.

"Untuk daerah yang belum pernah didatangi, sebaiknya para pengendara pelajari situasi jalanan agar tidak membuang waktu karena tersesat di jalan dan terlalu lama berkendara," imbuh Lucky

Istirahat cukup

Saat berkendara di bulan puasa, pengendara motor juga harus tetap waspada dengan rasa ngantuk. Bagi yang melakukan perjalanan jarak pendek, sempatkan beristirahat selama 10 menit.

"Lakukan istirahat setelah 1 sampai 2 jam berkendara, namun apa bila ngantuk menyerang atau konsentrasi sudah menurun segera beristirahat," tukasnya.

Berfikir positif

Situasi jalan raya maupun perilaku pengendara lain kerap mengundang emosi, terlebih di saat berkendara dalam keadaan haus dan lapar. Lain halnya dalam kondisi lalu lintas normal. Tapi dalam kondisi lalu lintas yang padat atau macet saat puasa bisa mempengaruhi emosi pemotor, apalagi menjelang buka puasa.

"Salah satu cara mencegah emosi adalah dengan selalu berfikir positif terhadap pengendara lainnya," paparnya.

Bertoleransi

Melihat perilaku bikers yang kurang tepat dalam berkendara juga dapat memancing emosi, seperti menyerobot jalanan, berkendara melawan arus maupun menggunakan trotoar. Pada kondisi seperti ini, bikers harus mengedepankan toleransi dan rasa sabar agar kepentingan sesama pengguna jalan dapat terpenuhi serta tetap mampu mengendalikan emosi saat berpuasa.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR